Aksi Protes Kebijakan Pemerintah, Sekelompok Anak Muda di Semarang Buka Pasar Gratis

SEMARANG (Awal.id) – Sekelompok anak muda mendirikan pasar gratis di depan Kampus 4 UPGRIS Jalan Gajah Raya Gayamsari Kota Semarang, Jumat (7/4/2023) sore.

Salah satu pegiat Pasar Gratis di Kota Semarang,

Serly Lutfi menjelaskan tujuan diadakannya Pasar Gratis ini berangkat dari aksi protes terhadap kebijakan pemerintah. Ia bersama rekan-rekannya juga mengakui gerakan Pasar Gratis yang diadakan tersebut berawal dari Pasar Gratis di Bandung.

Dari situ, mereka sepakat bahwa aksinya itu disebut-sebut bukan sebagai ajang amal, melainkan bentuk protes ketimpangan sosial hingga ketidakadilan yang terjadi di Indonesia.

Baca Juga:  KPK Endus Lokasi Persembunyian Harun Masiku, Targetkan Bisa Tangkap dalam Sepekan

“Term ini berawal dari kawan-kawan Pasar Gratis Bandung. Kami sepakat dengan term “Not For Charity This Is Protest”. Karena emang sejatinya, kami melakukan protes terhadap ketimpangan sosial dan ketidakadilan. Fenomena dimana ketidakpedulian marak terjadi bahkan terhadap sesama dan lain sebagainnya, “ungkap Serly saat ditemui di Pasar Gratis, Jumat petang.

Barang-barang gratis yang ditawarkan Sherly dan teman-temannya di depan Kampus 4 UPGRIS antara lain pakaian layak pakai, sayuran, makanan, minuman untuk buka puasa bersama dengan warga.

Baca Juga:  Debat Perdana Cawapres, KPU Hanya Izinkan Paslon Bawa 75 Pendukung

Serly juga menjelaskan konsep Pasar Gratis adalah gotong royong (mutual aid). Ia menambahkan, Pasar Gratis merupakan gerakan satire untuk mengkritik bantuan sosial yang diberikan pemerintah tidak pernah sampai kepada rakyat di jalanan.

“Kami melakukan, apa yang bisa kami lakukan tanpa ada campur tangan negara. Kami hadir untuk melawan dengan cara kami sendiri. Kami membentuk sebuah wadah untuk menciptakan ruang pertemuan antara rakyat dengan rakyat saling bantu membantu, bersolidaritas satu sama lain, “ujar Sherly.

Baca Juga:  Komitmen Semakin Melayani pada HUT ke-80, KAI Siapkan Berbagai Promo Tiket Kereta

Meski sederhana, kata Sherly, Pasar Gratis dipercaya mampu menghentikan budaya konsumersime.

“Setidaknya bisa menghentikan perilaku konsumersime, karena di balik pakaian yang trendy masih ada buruh yang dieksploitasi perusahaan. Bahkan, titik terburuknya adalah buruh yang tidak diberikan upah, “katanya.

Menurut Serly, gerakan Pasar Gratis tersebut sudah meluas ke kota-kota. Harapannya, gerakan ini tetap terus ada.

“Pasar Gratis semoga tetap terus ada, dan menjamur di mana-mana, ” imbuhnya

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *