Pemkot Semarang Dorong Integrasi Sistem dalam Digitalisasi Program Pemerintahan

SEMARANG (Awal.id) – Pemerintah Kota Semarang berikan dorongan tentang pentingnya integrasi sistem dalam digitalisasi berbagai program pemerintah. Dibuka oleh Walikota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu dalam acara Seminar Pemanfaatan Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI) di Kota Semarang yang diikuti 300 Kepala Dinas Komunikasi Informatika provinsi dan kabupaten/ kota se-Indonesia, di Hotel Patra, Semarang, Kamis (16/3).

Penyelenggaraan seminar ini menjadi bagian dari CSR pihak Google Indonesia dan Extremax. Seminar yang dilaksanakan selama 2 hari ini menjadi upaya pemanfaatan teknologi komputasi awan atau cloud untuk penguatan data center Pemerintah Kota Semarang.

Baca Juga:  Mahasiswa Pariwisata USM Gelar Pagelaran Budaya

“Saat ini kita bersyukur berbagai pelayanan pemerintahan dilaksanakan dengan pemanfaatan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Karenanya mau tidak mau, suka tidak suka harus belajar dan menyesuaikan digitalisasi meski tergagap-gagap,” lanjut mbak Ita. Dirinya, lebih lanjut juga berterima kasih kepada pihak Google Indonesia dan Extremax atas dukungan dan bantuan dalam penguatan SPBE ini.

Pemanfaatan teknologi digital, lanjut Wali kota, menjadi sebuah alat yang membuat berbagai pelayanan publik dan sistem pemerintahan dapat termonitor, transparan dan berkelanjutan. Kota Semarang saat ini memiliki 10 ribu titik CCTV dengan sistem analitik untuk deteksi dini dan analisa pengamanan, penanganan sampah, banjir, kebencanaan, kesehatan dan lainnya.

Baca Juga:  Pemkot Semarang Siapkan Langkah Antisipasi Konflik Jelang Pemilu 2024

Dicontohkannya, dengan pemanfaatan teknologi para pelaku pengrusakan rantai pagar pembatas jalan dan pungutan parkir liar di sekitaran Jl. Agus Salim Semarang dapat tertangkap secara cepat.

Mbak Ita pun berharap Seminar Pemanfaatan Kecerdasan Buatan ini dapat menjadi ajang tukar ilmu dan pikiran untuk memaksimalkan pemanfaatan SPBE. Dirinya, juga menggandeng akademisi perguruan tinggi negeri dan swasta yang menjadi satu paket dalam pengembangan digitalisasi sistem pemerintahan. “Dukungan SDM dari akademisi adalah satu paket stakeholder yang berperan dalam inovasi program,” ungkap Ita.

Baca Juga:  Mbak Ita Tegaskan Perlunya Penanganan Dari Hulu untuk Atasi Permasalahan Sampah

Di waktu bersamaan, dirinya juga meresmikan Aplikasi Srikandi yang memanfaatkan digitalisasi dalam bidang kearsipan. Sistem yang dilaunching ini diharapkan dapat mendokumentasikan berbagai arsip secara lebih aman, berkelanjutan dan memudahkan dalam pencarian sekaligus pemanfaatan.

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *