Kasus Doni Susanto, Pengprov TI Jateng Rekomendasikan Pemecatan Permanen
SEMARANG (Awal.id)– Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia (Pengprov TI) Jawa Tengah mengecam keras perbuatan pencabulan terhadap anak di bawah umur yang dilakukan beberapa waktu lalu oleh Doni Susanto, pelatih taekwon-do pengkot TI Kota Solo.
Diberitakan sebelumnya, Doni Susanto sudah ditangani oleh pihak kepolisian Kota Solo. Tersangka telah ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku.
Menanggapi kasus tersebut, Ketua Umum Pengprov TI Jawa Tengah, Master Taekwon-do Alex Harjanto pengprov TI Jateng melayangkan surat rekomendasi pemecatan permanen dari anggota taekwon-do Indonesia terhadap Doni Susanto ke PB TI.
”Kami mengecam keras perbuatan tersebut. Kami juga mendukung pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tersebut sesuai hukum yang berlaku. Kasus yang menimpa Doni Susanto adalah kasus pribadi, sehingga kami keberatan jika dikaitkan dengan organisasi taekwon-do,” ungkap Alex didampingi Ketua Harian, Agus Suwito dan Kabid 1 Organisasi, Ir Hassan dalam sesi jumpa pers di sekretariat pengprov TI Jateng di Jl Sedane no 10 Bugangan pada Minggu (26/3/2023), siang.
Menurutnya, pihaknya ikut merasakan kepedihan mendalam yang dirasakan korban dan keluarga korban. Untuk itu, pihaknya akan memberikan bantuan pendampingan terhadap korban untuk memulihkan psikis korban yang masih di bawah umur.
”Kami siap memberikan pendampingan untuk memulihkan psikis korban dari trauma kejadian. Kami akan komunikasi dengan orang tua korban, apa yang bisa kami lakukan untuk membantu memulihkan psikis korban,” bebernya.
Sementara, Kabid 1 Organisasi, Ir Hassan menambahkan masa kepengurusan pengkot TI Solo sudah berakhir tanggal 9 Desember 2022 lalu.
“Ditambah, Doni Susanto juga belum memiliki gelar master seperti yang di isukan di beberapa surat kabar,” tambahnya.
Disisi lain, Hassan telah menunjukkan pelaksana tugas (Plt) Drs Effendi Hari MC MPd untuk melaksanakan Muskot paling lambat 5 April 2023.
”Kami akan melakukan konsolidasi internal baik di jajaran pengprov TI Jateng maupun dengan pengkot TI Solo agar tidak terpengaruh dengan adanya kasus tersebut. Kami tetap solid dan fokus mempersiapkan atlet menghadapi Pra PON 2023,” ujarnya.
Disisi lain, Ketua Harian, Agus Suwito mengatakan akan menggelar beberapa kejuaraan di Solo untuk membangkitkan semangat para atlet di Kota Batik. Perkembangan Taekwon-do di Solo sangat pesat. Selain itu juga banyak atlet nasional yang lahir dari Kota Budaya tersebut.
”Kami berharap, melalui kejuaraan nanti akan muncul banyak bibit atlet berpotensi yang kelak bisa menjadi atlet nasional yang akan mengharumkan nama daerah dan bangsa Indonesia di event nasional maupun internasional,” tandasnya.



















