Melihat Potensi Besar, DPRD Kota Semarang Minta Pemkot Kembangkan Hutan Tinjomoyo

SEMARANG (Awal.id) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang menilai pengembangan kawasan Hutan Tinjomoyo butuh dihidupkan kembali potensi yang sudah ada serta buat inovasi yang lebih baru, hal itu dapat berdampak pada banyaknya wisatawan yang berkunjung.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang, Rahmulyo Adi Wibowo mengatakan Hutan Wisata Tinjomoyo memiliki potensi yang besar, pontensi yang ada tersebut diharap bisa lebih dikembangkan lagi untuk menambah daya tarik dibangunnya Jembatan Kaca.

“Harus ada kreativitas dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) untuk mengembangkan kawasan ini menjadi obyek wisata unggulan yang menarik wisatawan,” tuturnya usai ditemui wartawan, Selasa (28/2).

Ia mengatakan, jika hanya mengandalkan jembatan kaca, dinilai kurang menarik meskipun pembangunannya menelan anggaran Rp 10,7 miliar dengan panjang sekitar 40 meter dengan lebar 2,5 meter. Jembatan kaca ini sendiri, bisa memacu adrenalin karena cukup ekstrim. Namun sejauh ini belum dibuka lantaran masih dilakukan kajian lebih lanjut terkait keselamatan.

Baca Juga:  Pilus Tegaskan PDIP - Gerindra Tak Ada Masalah Pasca Kasus Penganiayaan Kader

“Kalau mengandalkan jembatan kaca saya rasa tidak cukup, potensi lain yang dulu pernah ada harus dihudupkan atau diangkat kembali. Selain itu juga ada inovasi lainnya agar bisa menarik wisatawan,” ujarnya.

Politikus PDI-Perjuangan ini, menerangkan, inovasi untuk mengeksplorasi kawasan Hutan Tinjomoyo dengan jip, bisa saja menjadi magnet wisatawan seperti Lava Tour Merapi di Yogyakarta.

“Dulu kan ada di Semarang Zoo. Ya, memang butuh waktu singgah lama bagi wisatawan di Semarang kalau wisata jip ya. Karena jarak tempuhnya kan cukup jauh,” pungkasnya.

Baca Juga:  USM Open 2024, Tunggal Putra SMAN 1 Semarang ke Semifinal

Kerjasama dengan agen dan biro wisata, lanjut dia juga perlu dilakukan untuk membuat paket wisata yang ada di Ibu Kota Jateng, misalnya Kota Lama, Lawang Sewu dan lainnya untuk dijadikan satu paket. Selain itu potensi ekonomi lokal juga bisa juga dikembangkan, misalnya dengan bekerjasama dengan kelompok sadar wisata (pokdarwis).

“Pokdarwis sudah ada, tapi kan butuh stimulan. Mereka butuh tidak hanya sekadar wisatawan datang untuk foto-foto, tapi bagaimana ada yang bisa dibeli, dibelanjakan, nah ini pun juga harus dipikirkan,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Disbudpar Kota Semarang, Wing Wiyarso menjelaskan saat ini sedang dilakukan kajian untuk keselamatan pengunjung, sebelum obyek wisata jembatan kaca dibuka untuk umum.

Baca Juga:  Tampilkan Hasil Proker Mahasiswa USM, Expo KKN Tematik III Sukses Digelar

“Misalnya terkait SOP dan SDM untuk menghandel wisatawan yang naik, jadi harus punya keahlian khusus,” tuturnya.

Targetnya lanjut Wing, jembatan kaca bisa beroperasional tahun ini minimal semester kedua. Dalam kajian, kata dia, juga membahas alur naik turun pengunjung, apalagi saat ini jembatan masih dibangun satu sisi, sehingga butuh mengatur akses dan jumlah pengunjung yang naik dalam satu waktu.

“Ini kan baru satu sisi, nah kita ajukan ke DPU, untuk melanjutkan sisi sebelah barat. Karena idealnya harus nyambung, naik dan turunnya berbeda, nah masalah ini juga masuk dalam kajian,” pungkas dia.

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *