Dikunjungi Butet Kartaredjasa dkk, Mbak Ita Perkenalkan Kuliner Unggulan Khas Semarang

SEMARANG (Awal.id) – Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mendapat kunjungan istimewa dari sejumlah aktor seniman nasional. 

Rombongan aktor yang dipimpin Butet Kartaredjasa diterima Mbak Ita, panggilan Hevearita Gunaryanti Rahayu, di lantai 8 Balaikota Semarang, (17/2).

Pada kunjungannya di Kota Lumpia, aktor senior yang ikut mendampingi Butet menemui wali kota perempuan pertama di Kota Semarang, antara lain Marwoto, Mucle, dan Sri Khrisna Encik.

Bagi Butet Kartaredjasa kunjungan ke Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah (Jateng) ini bukan merupakan kali pertama. Pada 10 Oktober 2018 lalu, putra dari koreografer dan pelukis Indonesia, Bagong Kussudiardjo pernah manggung di Taman Indonesia Kaya, Semarang. Kala itu Butet menggelar pentas budaya berjudul Misteri Sang Pangeran yang ditulis dan disutradarai Agus Noor.

Pada pagelarannya Kota Semarang kali ini, Butet kembali menyempatkan diri untuk mampir dan mengunjung Mbak Ita yang belum lama ini resmi menjadi Wali Kota Semarang menggantikan Hendrar Prihadi yang diangkat Presiden Joko Widodo sebagai Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah (LKPP).

Baca Juga:  Plt Wali Kota Semarang Minta Penyaluran Program RTLH Harus Valid dan Akurat

Di hadapan Mbak Ita Butet selaku juru bicara para aktor senior nasional menjelaskan kedatangan ini untuk menemui Mbak Ita di Balai Kota Semarang dilakukan usai menggelar pertunjukkan ’Orang-orang Berbahaya’ ke-38,  di Pandanaran Grand Ballroom Padma Hotel, Semarang, Kamis (16/2) malam.

“Kami ingin kulonuwun kepada Ibu Wali Kota sekaligus mengucapkan selamat atas dilantiknya Mbak Ita sebagai Wali Kota Semarang. Kami berharap bisa mengemban amanat mulia ini untuk memajukan dan menyejahterkan kota dan masyarakat Kota Semarang,” katanya.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengucapkan terima kasih atas doa dan dukungan rekan-rekan seniman nasional yang dialamatkan kepadanya.

Baca Juga:  Pesan Tokoh Agama NTT untuk Ganjar, Optimalkan Pendidikan untuk Tekan TPPO

Pada kesempatan itu, perempuan yang aktif di bidang perbankan sebelumnya dan akhirnya menjadi orang pertama di jajaran Pemkot Semarang menyampaikan apresiasinya kepada Butet dan para aktor senior yang telah mampu memberikan warna bagi pelestarian dan pengembangan seni dan hiburan di Tanah Air.

Ita memaparkan di balik cerita dua detektif yang ditampilkan Butet dan kawan-kawan semalam, para seniman senior mampu membalut pesan-pesan politik yang mengasyikkan dan menggelitik para penonton. 

“Cerita semalam betul-betul sangat menghibur masyarakat Kota Semarang,” aku Mbak Ita di hadapan para senior di bidang kesenian tersebut.

Makan Bersama

Usai melakukan dialog tentang kesenian, Mbak Ita dengan ramah mengajak rombongan Butet untuk makan bersama. Pada kesempatan itu, Ita memperkenalkan kepada mereka tentang menu-menu khas atau kuliner Kota Semarang yang menjadi andalan untuk mengenalkan sekaligus pendukung sektor pariwisata Ibu Kota Jateng.

Baca Juga:  PLN Dorong Pengembangan UMKM dan Pariwisata di Jawa Barat Lewat Program TJSL

“Beberapa menu makanan khas Kota Semarang ini khusus kami siapkan untuk Butet dan lainnya. Pokoknya, harus mencicipi,” ujar Mbak Ita sambil bersenda gurau.

Sementara itu, Butet Kertaredjasa mengaku puas memilih telah memilih Kota Semarang sebagai tempat pertunjukkan ke-38 ‘Orang-Orang Berbahaya’. Menurutnya, antusiasme masyarakat terhadap kesenian merupakan energi luar biasa bagi dirinya dan teman-temannya untuk terus berkreasi di dunia kesenian.

“Sangat memuaskan, saya sangat senang dengan energi yang diberikan para penonton yang dilimpahkan ke atas panggung, sangat responsif. Dan saya percaya penonton Semarang, Jawa Tengah, punya kecerdasan menangkap simbol-simbol yang disampaikan,” pungkasnya.

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *