Pemkot Semarang Terus Kembangkan Potensi Wisata Kampung Melayu

SEMARANG (Awal.id) – Kampung Melayu salah satu kawasan yang mendapat perhatian dari Pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR. Sehingga mampu meningkatkan antusiasme dan kepedulian masyarakat terhadap tata kelola pariwisata di Kampung Melayu, Kota Semarang.
Perempuan yang akrab disapa Ita itu pun menginginkan supaya eksistensi Kampung Melayu tidak berjalan sendiri tapi harus menjadi satu kesatuan dengan kawasan Semarang lama lainnya yaitu kawasan Kauman, Pecinan, dan Kota Lama. Pihaknya akan menyusun kajian yang dapat mensinkronkan agenda pariwisata di empat kawasan tersebut agar menjadi suatu atraksi kolaborasi.
“Jadi ini masih tahap yang pertama. Selanjutnya akan ada revitalisasi. Kemarin dari ahli-ahli cagar budaya sampai ke ahli-ahli arsitektur menyampaikan kalau tidak menormalisasi tapi restorasi kali Semarang. Sehingga nanti kita kembalikan. Jadi bapak ibu jangan khawatir, Insya Allah tahun depan, kita akan lebih baguskan lagi,” ujar Mba Ita saat menghadiri Kirab budaya dan Pengukuhan Pokdarwis Kampung Melayu. kemarin.
Pihaknya, meminta Dinas Tata Ruang atau Distaru untuk melakukan penyusunan DED untuk nanti ada restorasi Masjid Menara Layur. Diharapkaan, menjadi satu jujugan karena merupakan sejarah. Masjid pertama di kota Semarang ini ya Masjid Menara Layur.
Pihaknya melihat gambaran utuhnya lewat kajian Disbudpar karena ada sejarah, ada story telling-nya sehingga diharapkan menjadi daya tarik kawasan ini.
Upaya Pemkot Semarang tersebu, merupakan komitmen untuk mendorong masyarakat bergerak bersama mengupayakan pengembangan potensi wisata di ibu kota Jateng. Termasuk salah satunya dengan membentuk kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Kampung Melayu.
“Hari ini adalah hari yang istimewa, di Kampung Melayu ini sudah Darwis atau sadar wisata. Kampung Melayu juga sudah jadi (proyek) revitalisasi yang dibantu oleh Kementerian PUPR. Tidak hanya Kota Lama saja tapi juga Kampung Melayu dan Kauman. Ini merupakan satu kawasan yang mesti dilestarikan,” katanya.



















