Penta K Labs IV, Merespon Perubahan Tata Ruang dengan Cara Berbeda
SEMARANG (Awal.id) – Kolektif Hysteria menggelar Penta K Labs IV, di Kampung Nelayan Tambakrejo, Tanah Mas, Semarang Utara, Kota Semarang pada 17 – 21 Desember 2022.
Kegiatan yang melibatkan sebanyak 47 seniman dari nasional dan internasional ini didukung oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui dana Indonesiana dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Penta K Labs merupakan festival dua tahunan Kolektif Hysteria di tempat khusus (sites specific art project biennale) yang melibatkan multistakeholder. Kegiatannya secara umum terdiri dari 3 acara utama, yaitu pameran atau art project, paralel event, dan symposium.
Memasuki putaran ke empat, Penta K Labs mengangkat tema Malih Dadi Segara (Berubah Menjadi Laut), yang merespon isu perubahan tata ruang akibat manusia beserta interaksinya dengan alam yang membuat beberapa di pantai utara jawa (pantura) terutama terendam air.

Fenomena ini membuat tanah hunian maupun daratan menjadi bagian lautan yang menyebabkan penghuni perlahan menyingkir dan kehilangan tempat tinggal atau lenyapnya ruang nyaman mereka akibat air yang konsisten hadir menyeruak di halaman-halaman mereka.
Penta Klabs sendiri rutin digelar dengan berbagai isu seperti Narasi Kemijen (tentang ketahanan kampung, Kemijen, 2016), Sedulur Banyu (tentang alih fungsi lahan dan ekosistem air, Nongkosawit, 2018), Udan Salah Mongso (tentang perubahan lanskap, iklim, dan ekosistem global, 8 kampung di Semarang, 2020), dan yang terbaru dengan dukungan Kemendikbud melalui Dana Indonesiana dan LPDP tahun ini bertema Malih Dadi Segara (2022) di Tambakrejo, Semarang.
Term ini diambil dari nama kelompok sadar perubahan iklim dan lingkungan, Koalisi Maleh Segoro yang terbentuk sejak 2020 di Kota Semarang.
Koalisi ini berisikan berbagai NGO, akademisi, komunitas, dan individu, yang peduli perubahan ekstrim terutama di pesisir pantura tersebab kebijakan lokal, global, maupun fenomena alam yang mempercepat proses intrusi laut, penurunan muka tanah, dan juga naiknya permukaan air laut. (is)



















