Jelang Nataru, Ferry Minta Pengelola Tempat Wisata Pastikan Kondisi Baik dan Terapkan Protokol Kesehatan
SEMARANG (Awal.id) – Menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2023, Wakil Ketua DPRD Jateng Ferry Wawan Cahyono memprediksi, jumlah wisata yang akan berkunjung ke Jawa Tengah, termasuk berkunjung ke desa wisata akan mengalami kenaikan.
Hal ini harus disambut oleh pengelola tempat wisata dengan melakukan berbagai pembenahan. Karena tren berwisata di lokasi yang dekat tengah naik daun.
“Cek fasilitas yang ada, seperti tempat sholat, toilet, kamar mandi, tempat parkir dan lain-lain. Pastikan dalam kondisi baik. Jika ada yang rusak atau bikin tidak nyaman pengunjung, segera diperbaiki. Dan pesan saya, agar tetap waspada dengan Covid-19. Tetap menerapkan protokol kesehatan,” kata dia Jumat (9/12).
Berdasarkan data, pertumbuhan desa wisata di Jawa Tengah mengalami peningkatan selama tahun 2022. Pemprov bersama dengan DPRD Jateng terus mendorong kepada desa-desa yang memiliki potensi untuk membuat desa wisata agar membuat desa wisata.
“Saya menyambut baik pertumbuhan desa wisata. Pesan saya, agar pengelola tidak asal-asalan dalam membuat desa wisata. Semuanya harus dikonsep dengan matang. Agar pengunjung yang datang merasa senang, puas dan kembali lagi di kemudian hari,” katanya.
Sementara, berdasarkan penjelasan Kepala Seksi Pengembangan Daya Tarik Wisata Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Riyadi Kurniawan, selama tahun 2022 desa wisata di Jateng mengalami peningkatan yang mencapai serratus lebih.
Pada tahun 2021 di Jawa Tengah ada 717 desa wisata, kemudian pada tahun 2022 ini berdiri desa wisata baru sebanyak 101 desa wisata. Pada akhir November 2022 jumlahnya menjadi 818 desa wisata.
Menurutnya, dari 818 desa wisata itu sebanyak 609 desa wisata itu sudah melaporkan kriteria, sedangkan 209 desa wisata belum melaporkan kriteria. Adapun kriteria desa wisata itu meliputi rintisan, maju, berkembang, dan mandiri.
“Dari 609 yang melaporkan kriteria dengan rincian untuk desa wisata rintisan ada 409. Kemudian berkembang ada 110, mandiri 90,” ujarnya belum lama ini.
Dengan jumlah tersebut, kata Riyadi, jumlah desa wisata telah melampaui target dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) di Provinsi Jawa Tengah tahun 2023 sebanyak 500 desa wisata.
“Target RPJMD sudah terpenuhi. Pada 2019 sekitar baru 147 desa wisata, sedangkan target 2023 kita ada 500 desa wisata. Sedangkan posisi per hari ini atau tahun 2022 sudah di angka 818,” katanya.
Dia membeberkan, kabupaten/kota di Jateng yang punya desa wisata terbanyak adalah Kabupaten Semarang dengan 73 desa.
“Wilayah Jateng yang paling banyak desa wisatanya ada di Kabupaten Semarang, itu ada 73 desa wisata,” kata dia (adv.anv)



















