Halaqoh Kebangsaan Diharapkan Bisa Menjadi Ruang Moderasi Beragama

MAGELANG (Awal.id) – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mendorong kegiatan Halaqoh Kebangsaan menjadi ruang moderasi beragama. Peserta acara digaet lebih banyak kemudian dibuat turunan kegiatan yang tujuannya untuk memperkuat dasar agama anak bangsa.

Hal itu disampaikan Ganjar usai menghadiri dan mengisi di acara Halaqoh Kebangsaan, di Pondok Pesantren Roudlatut Thullab, Magelang, Minggu (25/12). Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan, Mahfud MD juga hadir di acara itu.

Baca Juga:  Tiga Pejabat PT AMU Diperiksa Tim Penyidik Jampidus Kejagung

“Bagus menurut saya. Jadi tadi dijelaskan bagaimana kita berbangsa bernegara dan beragama,“ kata Ganjar.

Turut hadir Katib ‘Aam PBNU KH Ahmad Said Asrori yang juga pengasuh di Ponpes tersebut. Selain itu ada pula pakar hubungan antar-agama dari UIN Syarif Hidayatullah, Abdul Moqsith Ghozali. Adapun pesertanya merupakan ulama dan ustadzah di Magelang.

Latar belakang peserta itulah yang menginspirasi Ganjar dan mendorong kegiatan Halaqoh Kebangsaan punya giat turunan. Misalnya dibuat dengan sistem Training of Trainer.

“Sehingga kalau kemudian dasarnya kuat, cara men-deliver-nya bagus, dan kemudian wajah damainya itu ada maka ini akan bisa menjadi penguatan fondasi kita dalam berbangsa dan bernegara,” tegas Ganjar.

Baca Juga:  Presiden Sebut Pengunduran Diri Kepala dan Wakil Otorita IKN karena Alasan Pribadi

Apalagi masih ada ancaman kelompok intoleran yang berupaya mengubah ideologi bangsa. Jika giat turunan itu bisa terwujud dan digelar masif, nantinya mereka bisa ditempatkan di sekolah-sekolah.

“Sehingga nanti sekolah itu secara sistematis mereka akan mendapatkan ilmu yang benar. Sehingga anak dan generasi muda itu akan didorong bagaimana mewujudkan impian pembukaan Undang-Undang Dasar bukan mencari persoalan masa lalu dan semua yang berbeda itu,” tegas Ganjar. (is)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *