KAI Luncurkan Film Dokumenter dan Film Omnibus
SEMARANG (Awal.id) – PT KAI meluncurkan film pendek dan dokumenter berjudul “Strangers With Memories dan Bergerak dengan Bahagia, Bergerak Untuk Indonesia”.
Road show peluncuran film tersebut dilaksanakan di enam kota, di antaranya, Bandung, Yogyakarta, Solo, Surabaya, Semarang dan berakhir di Jakarta.
Sutradara film itu, Fajar Nugros menjelaskan bahwa film Strangers With Memories melukiskan begitu indahnya pelayanan PT KAI terhadap transportasi angkutan massal di era kemajuan teknologi yang berbeda dengan yang terdahulu dalam pelayanan kepada masyarakat.
“Cerita di film ini benar-benar terjadi di lapangan, jadi Film Strangers With Memories memotret perjalanan kereta api kelas ekonomi yang memberikan pelayanan prima. Kalau naik kereta yang kelas ekonomi saja baik pelayanannya, apalagi untuk kereta kelas eksekutif pastinya jauh lebih baik,” ungkap Fajar saat menghadiri Gala Premier di Bioskop XXI Paragon, Semarang, Minggu (13/11), malam.
Film yang digarap oleh PT KAI yang notabenya adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan diproduksi IDN Pictures ini menggambarkan cerita di balik layar perjalanan kereta api.
“Terdapat alur cerita kisah yang terjadi pada pelayanan kereta api dan melibatkan sejumlah pemeran, termasuk di dalamnya adalah pegawai PT KAI sendiri,” bebernya.
Sementara, Direktur Utama KAI Commuter, Roppiq Luthfi Azhar mengatakan dalam film ini juga mengajarkan kepada pengguna jasa, para millenials untuk memiliki rasa empati, saling peduli dan menghargai serta membantu sesama baik di dalam commuterline atau stasiun.
“KAI ingin menumbuhkan kecintaan dengan transportasi massal kereta api yang ramah energi bagi masyarakat,” tambah Roppiq.
Bakti Sosial
Sementara Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo menambahkan tidak hanya mempromosikan film dari KAI dan KAI Commuter, kegiatan roadshow in juga disertai berbagai kegiatan sosial, diantaranya mengajak santri untuk melakukan khataman Al-Quran selama dalam perjalanan menggunakan kereta api dari Stasiun Bandung hingga ke Surabaya dan berakhir di Stasiun Gambir selama 4 hari perjalanan.
KAI mengajak dengan 15 santri Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al’ashr Almadani, Kota Bandung yang akan membaca Al-Qur’an selama dalam perjalanan. Para santri menargetkan dapat melakukan khataman Al-Qur’an hingga 11 kali selama jalannya kegiatan.
“Digelarnya kegiatan khataman Alquran ini sebagai upaya KAI untuk memohon kepada Tuhan YME agar perjalanan kereta api senantiasa diberikan keselamatan dan kelancaran. Sebagai ikhtiar, KAI secara rutin juga terus meningkatkan keandalan sarana dan prasarananya,” kata Didiek dalam siaran persnya. (is)



















