Arnaz Merasa Lega, Atlet Kota Semarang yang Cedera Tercover BPJS Ketenagakerjaan

SEMARANG (Awal.id) – Pesilat andalan Kota Semarang, Muhammad Ismail (20) yang mengalam cedera ACL mengaku lega, fasilitas asuransi BPJS yang diberikan ole KONI Kota Semarang bisa memaksimal membantu memulihkan kondisinya.
Cedera otot ACL yang diderita Isma sejak 3 bulan terakhir, memaksanya ia “parkir” sejenak. Ia mengatakan bahwa cederanya diperoleh saat melakukan latih tanding sekira bulan Juni lalu.
Cedera ACL atau ‘anterior cruciate ligaments’ adalah salah satu gangguan muskuloskeletal yang terjadi pada ligamen cruciate anterior di lutut yang meregang berlebihan atau bahkan robek.
Ligamen ACL merupakan salah satu ligamen utama di bagian lutut manusia. Fungsi dari ACL sendiri adalah menstabilkan gerakan tulang di sekitarnya.
Cedera yang terjadi di ligamen tersebut biasanya terjadi akibat adanya perubahan mendadak pada arah persendian di lutut. Ketika cedera terjadi, kemungkinan akan terdengar bunyi kecil yang diikuti dengan rasa nyeri serta pembengkakan.
“Saat ini saya masih pemulihan dan terapi di RSWN. Alhamdulilah ada asuransi dari KONI Kota Semarang sehingga tidak perlu khawatir tentang biaya karena semua sudah di-cover,” ujarnya.
Sebagai salah satu atlet Kota Semarang dan masuk dalam lini 1 Program Semarang Emas (PSE), harus terhenti sesaat. Kini ia fokus memperbaiki dan memulihkan cedera yang dideritanya.
Apalagi Nopember mendatang, cabor pencak silat akan melakukan PraPorprov 2023 tahun 2022 di Blora. Ia berharap, bisa tampil di ajang ini agar bisa tampil di Porprov Jateng 2023.
Ketua Umum KONI Kota Semarang, Arnaz Agung Andrarasmara tergerak dan memberikan perhatian serius terhadap kondisi Ismail ini. Dalam program Tilik Atlet, pada Sabtu, 1 Oktober 2022, ia menyambangi Ismail.
Bersama Waketum V Ferry Satariyanto, Kabid Humas Gus Wahid dan sejumlah pengurus, membezuk kondisi Isma, panggilan akrabnya.
Dari mendengar kabar bahwa Isma telah memanfaatkan fasilitas asuransi BPJS Ketenagakerjaan yang preminya telah dibayarkan KONI, Arnaz mengaku lega.
“Premi asuransi ini kami sisihkan dengan cara mencoret beberapa program yang kami nilai kurang urgent bagi atlet dan hasilnya kami bisa membayarkan premi setiap bulannya,” terangnya.
Dengan adanya program asuransi kesehatan dan ketenagakerjaan, para atlet tidak lagi perlu merasa cemas dengan kondisi kesehatan mereka. ‘’Atlet cukup fokus berlatih demi memberikan prestasi terbaik untuk Kota Semarang,’’ tegasnya.
Apalagi para atlet yang sudah tergabung dalam PSE ini setiap bulan juga masih menerima insentif dengan besarannya bervariasi dari posisi lini mereka masing-masing.
“Bagi atlet yang masih SMA, sudah ada beberapa perguruan tinggi yang siap memberikan beasiswa khusus bagi atlet apapun cabornya,’’ tambahnya.
Ia kemudian menyebut di antaranya adalah Unisbank dan Unimus yang saat ini siap memvasilitasi atlet Kota Semarang. Arnaz juga mengatakan bahwa saat ini pihaknya sedang mengusahakan komunikasi dengan universitas lainnya di Kota Semarang.
Karenanya, Arnas menegaskan pesannya bahwa para atlet cukup concern dengan program latihan dan prestasi mereka. Segala hal terkait dengan faktor non teknis sudah dipersiapkan oleh KONI Kota Semarang dengan para pengurus IOCO masing-masing. (is)



















