Ketua MES Berharap Masyarakat Kendal Bisa Melek Investasi
KENDAL (Awal.id) – Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kendal mengelar Sekolah Pasar Modal Syariah Edukasi Investasi, di Pendopo Tumenggung Bahurekso Kendal, Kamis (29/9)
Sambutan Bupati Kendal yang dalam hal ini disampaikan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kendal, Tavip Purnomo, bahwa ini merupakan ikhtiar bersama untuk menjadikan ekonomi dan keuangan syariah sebagai arus baru perekonomian nasional telah mendapat pengakuan internasional dan perhatian pemangku kepentingan domestik.
“Ekonomi dan keuangan syariah yang dikedepankan dalam perekonomian diharapkan menjadi lokomotif yang mengantarkan Indonesia mencapai tujuan pembangunan yang menyejahterakan dan berkeadilan,” kata Tavip Purnomo.
Disampaikannya, pemerintah terus mendukung pengembangan industri keuangan syariah nasional untuk menjadikan Indonesia pusat keuangan syariah dunia, dan salah satu tugas bersama mengupayakan cita-cita besar ini.
“Keberadaan industri keuangan syariah yang kuat penting untuk mendorong pengembangan industri produk halal Indonesia, termasuk UMKM, agar semakin berdaya saing di ranah domestik dan global,” ungkap Tavip Purnomo.
Sementara itu, Ketua MES Kendal M. Irkham Fukhuludin menjelaskan, kegiatan ini dilaksanakan atas kerjasama dari Masyarakat Ekonomi Syariah dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) IDX, agar masyarakat Kendal khususnya bisa melek tentang investasi.

Lanjut, kegiatan ini, juga untuk memberikan sosialisasi dan pengenalan instrumen investasi yang legal yang diakui negara, sehingga bisa menghindari dari berbagai macam investasi bodong yang sekarang sedang marak.
“Selain mengarahkan agar masyarakat bisa berinvestasi di instrumen yang syariah, agar bisa memberikan keselamatan dalam berinvestasi,” tutur M. Irkham.
SPMS ini dimemeriahkan dengan Festival Kuliner Halal. Festival ini mungkin yang pertama di Kendal, yaitu berupa bazar yang menampilkan produk UMKM wajib bersertifikasi halal.
MES Kendal mendorong UMKM Kendal harus memiliki produk sertifikat halal, karena secara regulasi sudah merupakan kewajiban, diamanahkan melalui UU dan juga menjamin kwalitas produk UMKM itu sendiri, sehingga diharapkan mampu meningkatkan benefit bagi UMKM.
Sementara, Dery Yustria SE MBA dari IDX Islamic, menyampaikan pasar keuangan Investasi bidang keuangan hanya dipasar modal syariah. Bedanya komoditasnya/bisnisnya harus halal dan caranya harus halal.
“Saham yang tergolong syariah selalu mengacu berdasarkan Dewan Syariah Nasional dan akan dievaluasi setiap enam bulan sekali,” tandas Dery.
Terpisah, Nico Pracahya dari Trainer of Phintraco Sekuritas menyampaikan, saat ini 60,64% saham di Bursa Efek Indonesia merupakan saham syariah. Jadi saham syariah saat ini merupakan mayoritas yang diperdagangkan di BEI.
“Untuk kemudahan dan menjamin kesyariahan saham yang diperjualbelikan, sudah tersedia aplikasi, dan saat ini juga mudah untuk membuat pembukaan rekening efek syariah melalui online,” pungkas Nico.
Dalam acara ini juga dilakukan penyerahan sertifikat halal kepada para pelaku UMKM di Kabupaten Kendal. (is)



















