Pantai Morodemak dengan Hamparan Hutan Mangrove yang Memesona

DEMAK (Awal.id) – Pemerintah Kabupaten Demak terus menggali dan mengembangkan potensi pariwisata yang merupakan salah satu pilar penyangga pembangunan daerah. Demak memang memilik potensi lain di luar pariwisata, seperti pertanian, kelautan dan perikanan, serta UMKM.

Dengam upaya intensif itu, kini nama Kabupaten Demak lebih terkenal lagi, tak hanya sebagai Kota Wali dengan wisata religinya, namun juga sebagai daerah destinasi wisata alam. Wisata pantai adalah salah satunya.

Untuk memberi lebel pantai sebagai destinasi wisata yang menarik, Pemkab Demak memberdayakan peran desa. Bahkan beberapa desa membentuk Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata). Maka terciptalah desa-desa potensial yang mempunyai julukan sebagai desa wisata.

Salah satu Desa Wisata di Demak adalah Desa Morodemak, Kecamatan Bonang. Masyarakat desa ini mengelola wisata Mangrove di ujung pantai Morodemak. Akses untuk menuju ke kawasan tersebut ditempuh melalui jalur air menggunakan sampan.

Baca Juga:  Tradisi Sambut Ramadhan "Gebyuran Bustaman", Kadisbudpar : Jadi Budaya Lokal Kota Semarang

Di Desa Wisata Morodemak, juga memiliki wisata budaya syawalan dan sedekah laut yang dilaksanakan setiap tujuh hari setelah Lebaran Idul Fitri.

Di tempat ini, selain wisata bahari dan budaya, terdapat wisata edukasi yang memperkenalkan flora, fauna dan kearifan budaya lokal yang ada. Dengan demikian wisatawan akan mampu mengisi wawasan kebangsaan melalui kegiatan perjalanan wisata mengenal wilayah dan potensi sumber daya lokal.

MENYUSURI PANTAI. Pengunjung wisata mangrove di Pantai Morodemak bisa menggunakan perahu untuk menyusuri hamparan luas tanaman mangrove. Setelah puas bisa menikmati berbagai kulineran yang tersedia di banyak warung

MENYUSURI PANTAI. Pengunjung wisata mangrove di Pantai Morodemak bisa menggunakan perahu untuk menyusuri hamparan luas tanaman mangrove. Setelah puas bisa menikmati berbagai kulineran yang tersedia di banyak warung

Di Desa wisata Morodemak juga bisa melihat banyak masyarakat setempat membuat perahu tradisional dalam wujud besar dan miniatur yang biasanya dilarung dalam prosesi syawalan. Selain wisata bahari, budaya dan edukasi, terdapat wisata kuliner yang menyuguhkan masakan khas berupa rujak pedo dan krupuk ikan moro.

Baca Juga:  Peringatan Waisak 2023 Dimulai 21 Mei, Ini Rangkaian Lengkapnya

Karakteristik Menarik

Morodemak adalah desa yang memiliki karakteristik menarik. Letaknya yang berada di pesisir pantai menjadikan desa ini memiliki potensi sumber daya alam yang sangat baik.

Namun, di sisi lain desa ini termasuk dalam salah satu desa yang terkena dampak rob, sehingga terkadang ada rumah warga yang terendam saat rob menerjang.

Menariknya, sebagian besar warga Morodemak lebih memilih untuk tetap bertahan dan beradaptasi dengan cara meninggikan rumah.Upaya untuk mengatasi banjir rob sebenarnya telah dilakukan di Morodemak.

Sejak tahun 2010 pemerintah bersama dengan warga setempat telah menanam mangrove. Lokasi penanaman mangrove pun menarik perhatian wisatawan sehingga pada tahun 2017 lalu telah dibuka wisata mangrove melalui jalur tracking maupun perahu.

LUAS DAN LEBAT. Pantai Morodemak dikenal dengan tanaman mangrovenya yang lebat, sehingga sering disebut hutan mangrove. Pengunjung bisa berkeliling dengan menyewa perahu

LUAS DAN LEBAT. Pantai Morodemak dikenal dengan tanaman mangrovenya yang lebat, sehingga sering disebut hutan mangrove. Pengunjung bisa berkeliling dengan menyewa perahu

Untuk mengoptimalkan Desa Morodemak sebagai daerah wisata, Tim Universitas Diponegoro pun melakukan pengembangan ekoturisme wisata mangrove di desa tersebut. Ada pelatihan untuk masyarakat dan pembentukan Unit Wisata Mangrove, serta pembangunan fisik tempat wisata.

Baca Juga:  Jelang Nataru Kendaraan Masuk Bakal Meningkat, Kepala Terminal Mangkang Semarang Reno: Siap Antisipasi

Memiliki Keunggulan

Di Jawa Tengah, wisata mangrove memang sudah banyak jumlahnya. Namun, wisata mangrove di Desa Morodemak ini memiliki keunggulan.

Dengan hamparan mangrove yang lebat dan luas, serta pemandangan pantai yang menenangkan, sudah pasti dapat menarik banyak wisatawan. Apalagi dengan pengelolaan yang maksimal dan lebih baik.

Memang, keunggulan dari Morodemak ini ada di kualitas hutan mangrovenya. Sudah begitu lebat dan luas. Hal inilah yang membedakan mangrove Morodemak dengan mangrove-mangrove lain yang ada Jawa Tengah.

Tak hanya hutan mangrove yang memesona, Morodemak juga terkenal dengan kulinernya yang istimewa. Aneka macam makanan khas Morodemak seperti bandeng, ikan asin, terasi, dan rujak kecap, dapat diperoleh di sekitar pantai dan menjadi oleh-oleh khas yang diincar para pengunjung. (adv)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *