KTNA Kabupaten Semarang Gelar Expo, Ferry: Pemerintah Perlu Fasilitasi Kreativitas Kelompok Petani dan Nelayan

SEMARANG (Awal.id) – Wakil Ketua DPRD Jateng Ferry Wawan Cahyono mengaku bangga kelompok tani dan nelayan tidak hanya andal dalam mencari ikan di laut dan mengolahan lahan pertanian saja. Namun, kelompok tani dan nelayan di Jawa Tengah, kini kreatif untuk mengolah berbagai produk pertanian maupun ikan hasil tangkapan laut, sehingga memiliki nilai jual yang tinggi.

“Pameran Produksi Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Semarang, Expo KTNA, di Pasar Bunga Jetis, Bandungan, Kabupaten Semarang, menunjukkan kelompok tani dan nelayan kita cukup andal untuk mengolah hasil produksi, tak sekadar mengolah lahan dan menangkap ikan saja,” kata Ferry Wawan Cahyono, di Semarang, Kamis (25/8).

Pada Expo KTNA yang digelar di Pasar Bunga Jetis, Bandungan, Kabupaten Semarang, Rabu (24/8), kelompok tani dan nelayan setempat memamerkan berbagai produk pertanian, seperti buah-buahan, sayuran, pembibitan, sampai pada produk olahan dan pupuk buatan.

Baca Juga:  Mulai Sabtu Besok Tarif Pemeriksaan GeNose C19 di Stasiun Naik

Kreativitas para kelompok ini, kata Ferry, perlu mendapat dukungan dari pemerintah agar usaha kecil dan menengah yang menjadi kerja sambilan mereka, selain bertani dan melaut, dapat tumbuh dan berkembang. Dukungan pemerintah ini sangat mereka harapkan, sehingga petani dan nelayan bisa meraih tambahan pendapatan dari kerja sampingan ini.

“Perkembangan UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) di Jateng kini sudah merambah hingga ke masyarakat pedesaan. Pola pemikiran yang maju untuk melakukan mengolah hasil pertanian dan laut perlu kita dukung. Sebab, dengan mengolah hasil pertanian dan hasil tangkapan laut, jauh memiliki ekonomi tinggi dibandingkan dengan menjual hasil panen apa adanya,” ujar Politisi asal Partai Golkar tersebut.

Ferry mengimbau para petani dan nelayan agar berpartisipasi dan berperan aktif dengan menjadi anggota kelompok tani dan KTNA agar bisa memanfaatkan secara maksimal hasil panenan mereka.

Wakil Ketua DPRD Jateng Ferry Wawan Cahyono

Wakil Ketua DPRD Jateng Ferry Wawan Cahyono

Masalahnya, lanjut dia, KTNA yang di dalamnya berisi Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) secara aktif berperan untuk melibatkan para petani secara langsung dalam meningkatkan dan mengembangkan potensi pertanian, perikanan dan perkebunan.

Baca Juga:  Optimalkan Digitalisasi, Bank Jateng Jangkau 96 Persen Wilayah Jateng

“KTNA merupakan organisasi masyarakat sebagai wadah musyawarah petani-nelayan dan sebagai mitra kerja pemerintah dalam pembangunan pertanian. Sesuai dengan fungsi tersebut, kelompok KTNA diarahkan untuk mampu berperan meningkatkan dan mengembangkan potensi pertanian,” jelasnya.

Selain melibatkan petani-nelayan ke dalam organisasi, Ferry meminta pemerintah agar mendampingi mereka secara berkelanjutan agar bisa menjadi petani dan nelayan yang handal. Untuk itu, kelompok tani dan nelayan perlu mendapat pendampingan dari pemerintah melalui petugas penyuluhan yang diterjunkan ke desa-desa.

Baca Juga:  Sambut Bulan Ramadan 2021, Artotel Gajahmada Tawarkan Paket Bukber Ramadan Festive

“Dengan adanya pendampingan dari penyuluh pertanian, para petani bisa mengetahui berbagai hal yang bisa diterapkan saat menggarap lahan, seperti produksi, pengemasan produk, pemasaran hingga menyusun Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok Tani (RDKK).

Politisi dari daerah pemilihan Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Purbalingga dan Kabupaten Kebumen ini berharap expo hasil produksi olahan kelompok tani-nelayan agar dilakukan secara kontinyu, sehingga usaha kecil dan menengah ini bisa berkembang sehingga bisa menjadi salah satu andalan untuk mendapatkan pendapatan asli daerah.

Selain berkembang pesat, kelompok tani yang tergabung dalam Gapoktan juga bisa lebih bervariatif dalam mencipta produk-produk baru yang menjadi ciri khas dan andalan khas daerah untuk menarik masyarakat luas. Dampak lainnya, peningkatan produk berkualitas ini akan menjadi buruan masyarakat luas, sehingga usaha kecil dan menengah ini bisa menopang ekonomi keluarga para petani dan nelayan. (adv/anf)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *