Kopi Temanggung Jadi Produk Terbaik, Ferry: Jaga Kualitas Produk Unggulan Daerah

SEMARANG (Awal.id) – Berbicara soal Kabupaten Temanggung, tidak bisa dilepaskan dengan kopi. Minuman nikmat yang banyak menghasilkan manfaat bagi tubuh itu menjadi salah satu ikon Temanggung, selain tembakau.

Tak ayal, Bupati Temanggung Muhammad Al Khadziq terus berupaya menggaungkan kopi Temanggung yang menjadi ikon kabupaten ini. Untuk mengenakan kopi Temanggung, pemerintah pun kerapkali menggalan berbagai festival kopi. Bahkan, terakhir Bupati Temanggung mengeluarkan surat edaran (SE) yang menjadikan Jumat sebagai Hari Minum Kopi.

Wakil Ketua DPRD Jateng Ferry Wawan Cahyono menyambut baik upaya Kabupaten Temanggung untuk menggalakkan gerakan minum kopi untuk mengenalkan produk unggulan daerah demi meningkatkan perekonomian masyarakatnya.

Dengan pengenalan produk unggulan daerah, menurut Ferry, kualitas produk kopi Temanggung akan dikenal masyarakat secara luas.

Politikus asal Partai Golongan Karya (Golkar Jateng) ini mengakui kenikmatan kopi produksi Kabupaten Temanggung kini semakin moncer di kalangan masyarakat, baik generasi tua maupun generasi mudanya. Keunggulan kopi Temanggung ini dengan kemenangan produk tersebut dalam konteks kopi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Baca Juga:  Rangkaian KTT G20: Energy Transition Working Group Digelar Pekan Ini, Apa Saja yang Dibahas?

Menurut dia, banyak manfaat yang didapat bagi peminum kopi, antara lain terhindar dari penyakit diabetis, menurunkan resiko gagal ginjal, menyehatkan orgam hati, dan menurunkan resiko kanker usus besar.

Ferry menjelaskan Kopi Arabika (Coffee Arabica) merupakan salah satu tanaman perkebunan yang menjadi produk ekspor unggulan di Indonesia, sebagian besar disumbangkan dari Kabupaten Temanggung. Hampir semua perkebunan yang ada di Temanggung didominasi dengan tanaman kopi, terutama kopi jenis Arabika.

Wakil Ketua DPRD Jateng Ferry Wawan Cahyono

Wakil Ketua DPRD Jateng Ferry Wawan Cahyono

Dari data yang ada, lanjut Ferry, potensi area kopi arabika di Temanggung tersebar di beberapa kecamatan. Daerah-daerah yang menjadi lumbung tanaman kopi, antara lain Kecamatan Parakan, Kecamatan Bulu, Kecamatan Tembarak, Kecamatan Kaloran, Kecamatan Ngadirejo, Kecamatan Candiroto, Kecamatan Tretep, Kecamatan Kledung, Kecamatan Bansari, Kecamatan Tlogomulyo, Kecamatan Selopampang dan Kecamatan Wonosobo.

Baca Juga:  PSIS Ditahan Imbang Borneo FC 1-1

Dengan semakin tenarnya kopi Temanggung sebagai minuman ternikmat untuk jenis kopi ini, Ferry meminta petani kopi, dan pemerintah setempat agar senantiasa menjaga kualitas kopi yang terbukti mampu melambungkan Kabupaten Temanggung ke penjuru dunia.

“Jaga produksi unggulan yang menjadi khas daerah. Kopi Temanggung sudah terbukti kenikmatannya. Untuk itu, produksen kopi di Temanggung dan Pemerintah Kabupaten Temanggung harus menjadi citra produk yang menjadi keunggulan daerah,” pintanya.

Politikus asal daerah pemilihan Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Purbalingga dan Kabupaten Kebumen ini ikut merasa bangga Kabupaten Temanggung setiap tahun mampu menghasilkan lebih dari 25 ribu ton biji kopi.

Tingginya hasil produksi kopi petani Temanggung itu, sambung dia, tentu akan berimbas kepada peningkatan ekonomi masyarakat setempat. Di sisi lain, peningkatan produksi kopi ini juga akan menambah pendapatan asli daerah bagi Pemerintah Kabupaten Temanggung.

Kopi produksi Kabupaten Temanggung

Kopi produksi Kabupaten Temanggung

Jumat Ngopi

Soal agenda ”Jumat Ngopi” yang digaungkan Pemkab Temanggung untuk mengenalkan kopi ke semua lapisan masyarakat, Ferry sangat mendukung program tersebut. Dia menilai kegiatan ”Jumat Ngopi” tidak sekadar imbauan kepada masyarakat untuk minum kopi khas daerah saja, tapi di balik program itu terkandung maksud untuk mengajak masyarakat Temanggung ikut dalam kegiatan pemasaran kopi Temanggung yang sudah membumi di daerah tersebut.

Baca Juga:  Kolisun, Pedagang Pakaian Asal Kendal Ikut Jadi Korban Sriwijaya Air

“Meski produk kopi Temanggung sudah dikenal masyarakat luas, promosi produk tetap harus digalakkan,” ujarnya.

Ketua DPG MKGR Jateng ini menjelaskan promosi produk merupakan salah satu solusi dalam upaya mempermudah proses bisnis lainnya. ”Promosi juga sebagai pendorong kegiatan bisnis yang dijalankan agar dapat dioptimalkan di setiap titik pada operasional proses bisnis,” paparnya.

Ferry berharap kegiatan Jumat Ngopi tidak hanya berhenti di lingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Temanggung saja. Namun, program yang berisi ajakan untuk mempromosikan produk keunggulan khas daerah bisa diteruskan ke semua instansi swasta dan komunitas yang ada di Kabupaten Temanggung. (adv/anf)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *