Kades Wadas Sebut Pengukuran Lahan Tahap II Berjalan Kondusif

PURWOREJO (Awal.id) – Kepala Desa (Kades) Wadas, Fachri Setyanto memberikan apresiasi kepada semua pihak yang mendukung kelancaran pengukuran bidang tanah, inventarisasi dan identifikasi tanam tumbuh serta bangunan di desa Wadas.
Pengukuran bidang tanah dilakukan Panitia Pengadaan Tanah (P2T) Proyek Bendungan Bener, Kabupaten Purworejo di Wadas sebagai desa yang terdampak pembangunan proyek strategis nasional tersebut.
Fachri Setyanto menyebut kegiatan tersebut merupakan lanjutan dari kegiatan serupa yang dilaksanakan sebelum Lebaran lalu.
“Beberapa ratus bidang di desa Wadas direncanakan akan digunakan sebagai lokasi pengambilan material (quarry) pembangunan proyek strategis nasional Bendungan Bener yang lokasinya tak jauh dari desa itu,” ujarnya, Kamis (14/7).
Dia menolak anggapan bahwa pengukuran tahap dua yang dilaksanakan saat ini menimbulkan ketegangan di tengah warga. “Situasi Wadas sejauh ini sangat kondusif dan proses berjalan lancar,” tegasnya.
Fachri mempersilakan semua pihak untuk mengamati situasi Wadas terkini secara langsung. Situasi kondusif di Wadas, menurutnya, sudah terjadi sejak dulu.
“Warga yang semula menolak sekarang malah minta ikut diukur. Semua sukarela. Tidak benar bila disebut ada tekanan dari kelompok preman dan sebagainya. Pada dasarnya warga desa kami ini baik-baik. Mereka petani dan peladang yang tidak pernah ada masalah sejak dulu, sebelum hadirnya pihak-pihak luar,” tuturnya
Sementara, staf BPN Purworejo, Tukiran, menambahkan kegiatan inventarisasi dan pengukuran lahan, tanam tumbuh dan bangunan di Wadas berjalan lancar. Dia juga membenarkan terjadinya pemekaran jumlah tanah yang diukur dari rencana semula.
“Jadwal kegiatan kan mulai 12-15 Juli. Ada pemekaran dari target semula. Hingga hari Rabu, target pengukuran 105 tapi bertambah menjadi 144 bidang. Hal ini disebabkan ada warga yang tiba-tiba mendatangi tim pengukur dan minta agar tanahnya ikut diukur. Akhirnya, petugas di lapangan mau tidak mau mengukur lahan warga tersebut. Masalah administrasi akan diurus belakangan. Yang terpenting kemauan mereka kita ikuti dulu,” ungkap Tukiran.
Berdasarkan informasi, hasil pengukuran, inventarisasi dan identifikasi ini akan segera dimatangkan. Direncanakan, kompensasi pembayaran kepada warga akan dilaksanakan tiga bulan ke depan.
Terkait pengamanan kegiatan pengukuran, inventarisasi dan identifikasi di Wadas, Kapolres Purworejo, AKBP Fahrurozi menuturkan pihaknya menyiagakan personil atas dasar permintaan dari Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSO).
“Pengamanan dilakukan oleh Polres dibantu TNI. Sedangkan pembagian tugas Inventarisasi dan Identifikasi dibagi 5 tim, masing masing tim berjumlah 14 orang yang terdiri dari 2 orang Pengukur (BPN), 2 orang Bangunan (PUPR), 4 orang tanam tumbuh (Dinas Pertanian), 2 orang Polri dan 4 orang pendamping dari warga Wadas,” kata Kapolres dalam keterangan tertulis. (is)



















