Dua SPBG di Kota Semarang Resmi Beroperasi, Ferry Ajak Masyarakat Gunakan Bahan Bakar Ramah Lingkungan

Ferry Wawan Cahyono memberikan sambutan dalam acara ‘Halal bi Halal DPD Ika Undip Jateng’ di Lantai 4 Gedung Berlian, Jalan Pahlawan Kota Semarang, Minggu (22/5/2022).
Ferry Wawan Cahyono memberikan sambutan dalam acara ‘Halal bi Halal DPD Ika Undip Jateng’ di Lantai 4 Gedung Berlian, Jalan Pahlawan Kota Semarang, Minggu (22/5/2022).

SEMARANG (Awal.id) –  Pemerintah terus mendorong transisi menuju energi bersih yang ramah lingkungan. Komitmen itu ditandai dengan diresmikannya dua Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) di Kota Semarang, yakni pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas, Kamis (14/7).

Peresmian dua SPBG di Ibu Kota Provinsi Jateng ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Tutuka Ariadji.

Wakil Ketua DPRD Jateng Ferry Wawan Cahyono menyambut baik pemanfaatan energi gas untuk menggantikan bahan bahan minyak (BBM) yang cadangan kini semakin menipis.

Pemanfaatan bahan bakar gas (BBG), menurut Ferry, memiliki banyak keunggulan dibandingkan penggunaan BBM, seperti Pertalite, Pertamax, Solar dan lainnya. Keunggulan itu, antara lain menciptakan kualitas lingkungan yang lebih baik,  mengurangi nilai impor BBM dan menurunkan nilai subsidi BBM dari pemerintah pusat yang sangat besar anggarannya.

Baca Juga:  Launching Adhyaksa Primart, Ini Harapan Kajati Jateng

“Penggunaan BBG untuk kendaraan dapat mengurangi polusi udara di daerah perkotaan, karena tidak mengeluarkan asap yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat. Selain itu, penggunaan BBG dapat menghemat APBN, ketergantungan besar terhadap BBM dapat dikurangi dan tentu dapat mengurangi subsidi BBM ke masyarakat,” kata Ferry di Semarang, Kamis (14/7).

Politikus dari Partai Golkar Jateng ini menjelaskan SPBG yang dibangun dengan dana APBN Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Tahun Anggaran 2015 dan pengelolaan diserahkan ke Pertamina ini dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mendukungan penggunaan bahan bakar kendaraan yang ramah lingkungan.

Baca Juga:  MK Kabulkan Gugatan Usia Capres-Cawapres yang Diajukan Mahasiswa Unsa

“Setiap hari SPBG online Station  ini menyediakan 30.000 liter premium.  per hari (lsp) ini. Adanya SPBG ini, semua transportasi yang menggunaan gas sebagai bahan bakar dapat memanfaatkan fasilitas umum yang disediakan pemerintah,” tukasnya.

Untuk itu, legislator asal dapil Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Purbalingga dan Kabupaten Kebumen ini mendorong masyarakat untuk menggunakan kendaraan berbahan bakar CNG yang ramah lingkungan.

Dengan adalah SPBG tersebut, Ferry juga meminta Pemerintah Kota Semarang untuk memikirkan transisi kendaraan dinas milik pemerintah agar diganti dengan kendaraan yang berbahan bakar gas.

Baca Juga:  Diresmikan, Mulai Hari Ini Flyover Purwosari Bisa Digunakan Masyarakat

“Sekarang ini kan baru Trans Semarang yang sudah menggunakan gas sebagai bahan bakar transportasi umum. BRT yang ada pun belum semuanya menggunakan BBG. Untuk itu, Pemkot Semarang perlu mengganti semua transportasi umum yang dikelolanya dengan armada yang berbahan bakar gas, baru kemudian armada dinas lain diubah juga menjadi BBG sebagai bahan bakarnya,” paparnya.

Jika semua kendaraan bisa diganti dengan BBG sebagai bahan bakarnya, Ferry optimistis lingkungan di Kota Semarang akan jauh lebih bersih dan sehat. Namun, dia menyadari untuk mewujudkan lingkungan Ibu Kota Provinsi Jateng yang bersih polusi udara dari kendaraan bermotor memerlukan proses waktu yang panjang. (adv/anf)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *