Gelar Pelatihan Videografi, KFT Semarang Ajak Remaja Masjid Gunakan Medsos secara Positif

PELATIHAN VIDEOGRAFI. Para peserta pelatihan videografi yang digelar Persatuan Karyawan Film dan Televisi (KFT) Korda Semarang
PELATIHAN VIDEOGRAFI. Para peserta pelatihan videografi yang digelar Persatuan Karyawan Film dan Televisi (KFT) Korda Semarang

SEMARANG (Awal.id) – Persatuan Karyawan Film dan Televisi (KFT) Korda Semarang, belum lama ini, menggelar pelatihan videografi bagi para remaja dan takmir masjid. Dari acara ini diharapkan para milenial bisa memanfaatkan dunia digital secara positif.

Acara pelatihan dikemas dengan sharing-sharing dalam tata videografi, teori dan praktik dasar-dasar editing dan praktek produksi video konten.

Ketua KFT Korda Semarang, Onoy Only mengatakan, perkembangan media sosial dan dunia digital yang begitu masif, terutama di kalangan milenial jika tidak digunakan dalam hal positif, justru akan menjadi bumerang bagi penggunanya.

Baca Juga:  Jelang Pemilu 2024, Sekda Jateng : Tetap Jaga Kebersamaan dan Gotong Royong

Masjid selain sebagai tempat beribadah, akhir-akhir ini di beberapa tempat menjadi pusat peradaban dan solusi bagi umat, termasuk dalam memanfaatkan dunia Medsos, yaitu sebagai sarana media syiar keagamaan yang efektif dan inovatif.

“Terkait hal itu, maka KFT (Persatuan Karyawan Film dan Televisi Indonesia) Korda Semarang di bulan Ramadhan ini mengadakan pelatihan videografi & editing video bagi remaja masjid dan pengurus takmir. Kami berharap setelah mengikuti pelatihan ini para peserta mempunyai kemampuan untuk berkarya memproduksi konten video dakwah dan produk-produk video lainnya, ke berbagai platform media digital seperti facebook, instagram maupun youtube,” kata Onoy, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (26/4).

Baca Juga:  Kapolda Jateng Pimpin Sertijab Kabidkum dan Empat Kapolres

Pihaknya meyakini bahwa video masih menjadi konten paling efektif untuk mengkomunikasikan sesuatu kepada audiens atau dalam hal ini netizen. Oleh karena itu KFT sebagai sebuah organisasi profesi bidang film dan televisi, ingin berbuat sesuatu  sekaligus mengisi hal-hal yang positif di di bulan Ramadan ini

“Kalau di zaman Nabi dulu alat-alat perang dalam bersyiar itu pedang, kalau sekarang alat perangnya ya ini, kamera, handphone, dan medan peperangannya Medsos. Nah makanya kami berharap apa yang kami lakukan hari ini bisa ada nilai ibadahnya dan ilmunya bisa bermanfaat serta barokah,” harapnya.

Baca Juga:  Persiapan IFel 2022, PSIS Rekrut Eks Arsenal Yos Sonneveld 

Kegiatan ini diikuti oleh 45 peserta dari berbagai wilayah di Semarang dan tidak dipungut biaya alias gratis. Bahkan para peserta mendapatkan kaos dan santapan berbuka puasa.

Usai berbuka puasa, kegiatan dilanjutkan praktik terpadu bikin liputan di jalan dan di-upload di Youtube. (is)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *