Pengajian Ramadan di Kejati Jateng, Ustad Das’ad Latief Ajak Umat Islam Tingkatkan Ibadah di 10 Hari Terakhir

SEMARANG (Awal.id) – Ustad Dr H Das’ad Latief SSos Sag MSi PhD mengajak umat Muslim untuk memanfaatkan sepuluh hari terakhir Ramadan untuk mendapatkan keutamaan dari bulan suci penuh berkah tersebut.

“Banyak keutamaan yang dapat diraih pada sepuluh terakhir bulan Ramadan. Sepuluh terakhir yang dimulai tanggal 21 hingga 30, merupakan malam Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari 1.000 bulan,” Das’ad Latif saat memberikan tausiyah pada Pengajian Ramadan 1443 Hijriah, Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Semarang, Rabu (27/4).

Pengajian Ramadan 1443 Hijriah dihadiri Kepala Kejaksaan Tinggi Jateng Andi Herman SH MH dan segenap pegawai instansi tersebut. Selama pelaksanaan kegiatan tersebut, semua peserta menerapkan protokol Kesehatan secara ketat yang dianjurkan pemerintah, yakni mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak.

Baca Juga:  Lautan Manusia Penuhi Lokasi Jalan Sehat Bareng Ganjar di Makassar

Mubaligh yang aktif berdakwah dari satu mimbar ke mimbar ini mengakui malam lailatul qadar  yang merupakan malam turunnya Al Quran dari Lauful Mahfudz ke Baitul Izzah (langit) dunia itu tidak diketahui kapan datangnya.

Namun, ujar, umat Islam wajib mempercayai dengan melakukan aktivitas ibadah untuk mendapatkan keutamaan bulan Ramadan tersebut.

“Sepuluh malam terakhir itu, makin kuatkan kalian beribadah untuk mendapatkan segala keutamaan bulan Ramadan,” paparnya.

Baca Juga:  Munas XVII Hipmi Digelar Hari Ini, Ganjar Dorong Lahirnya Pengusaha Muda Indonesia

Lalu, apa Rasul di sepuluh malam terakhir, apa yang beliau lakukan? Pada sepuluh hari terakhir Ramadan, sambung Das’ad Latief, Nabi mengajak umatnya pertama kali mengencangkan ikat pinggang/perutnya.

“Artinya kalau kita kencangkan ikat pinggang, berarti kita semakin serius menghadapi perjuangan,” ujarnya.

Dia mencontohkan saat dirinya melakukan perjalanan tiba-tiba sudah mulai capek, ini menandakan mulai serius perjalanan ini, dan semakin mendaki perjalanan.

“Kalau capai, biasanya saya linting lengan baju lalu saya ikat kencang perut saya,” tuturnya.

Baca Juga:  Sekolah Pasar Modal Level 2, Investasi Adalah Spekulasi yang Terukur

Dai kelahiran Makassar pada 21 Desember 1973 ini mengajak umat Islam untuk serius menyelesaikan sepuluh malam terakhir Ramadan tahun ini.

Dalam menjalani Ramadan ini, lanjutnya, kita harus semakin kuat. “Bagaimana cara semakin kuat? Nabi melakukan tahap yang kedua. Apa itu? Yakni menghidupkan malam-malam Ramadan,” tandasnya.

Selama pelaksanaan kegiatan tersebut, semua peserta menerapkan protokol Kesehatan secara ketat yang dianjurkan pemerintah, yakni mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak. (*)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *