Peringati Hari Air Dunia, Warga Jatiwayang Adakan “Ngarak Tirta”
SEMARANG (Awal.id) – Memperingati peringatan Hari Air Sedunia, warga Bukit Jatiwayang bekerja sama dengan Kolektif Hysteria mengadakan pagelaran bernama “Ngarak Tirta” pada Minggu lusa (20/3) pukul 15.00 WIB.
Dalam pagelaran tersebut nantinya warga Bukit Jatiwayang akan mengarak air dari tujuh sumber air yang dulu dipercaya untuk memenuhi kebutuhan warga dalam kehidupan seperti memasak, mandi, dan sebagainya.
Ketua Panitia Waris Sutriono menjelaskan pagelaran tersebut rencananya sekaligus menjadi pembuka ”Festival Bukit Jatiwayang” yang sedianya dilakukan September mendatang.
Ia membeberkan tujuan diadakannya acara tersebut adalah untuk lebih mengguyubkan warga. Di jaman dulu di sini, warga kampung saling kenal dan akrab satu sama lain, namun karena perubahan gaya hidup tak semua warga saling kenal dan peduli.
“Yang jelas acara ini juga menjadi acara pembuka Festival tahunan kami bersama Kolektif Hysteria yang dirintis sejak 2018, namun sejak pandemi dua tahun berturut-turut absen,” ungkap Waris dalam siaran persnya, Jumat (18/3).
Waris menambahkan percaya festival adalah sarana paling manjur untuk merekatkan kembali antarwarga dan berfungsi sebagai lem sosial.
“Dengan diadakanya festival, saya percaya bisa merekatkan kembali setiap warga ditambah dapat menjadi lem perekat sosial,” tandas Waris.
Berikut rundown dalam kegiatan “Ngarak Tirta” yang diselenggarakan Minggu lusa pukul 15.00 WIB.
- Pengambilan air dari tujuh sumur/sumber yg dulu pernah untuk penghidupan (mandi, masak dst) warga Jatiwayang.
- Ngarak tirta dalam wadah kendi dari tujuh sumber mata air dan gunungan.
- Serah terima air dari warga ke pak RW dan doa keselamatan.
- Pembukaan pra festival oleh Bapak Camat / Lurah
- Pesta rebutan gunungan.
Untuk Informasi lebih lanjut, bisa menghubungi Waris langsung di nomer 0895343168282. (is)



















