Panitia KKN Universitas PGRI Semarang Lakukan Kunjungan Monev di Desa Sepakung
SEMARANG (Awal.id) – Tim Panitia Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) melaksanakan kunjungan monitoring dan Evaluasi (Monev) dalam pelaksanaan Program kegiatan KKN Mahasiswa UPGRIS, di Desa Sepakung Wetan Dusun Kecamatan Banyubiru Kab. Banyubiru, Kabupaten Semarang, Minggu (6/2)
Diketahui, Desa Sepakung adalah Desa Wisata yang memiliki hubungan erat dengan UPGRIS dan juga merupakan pelopor Desa Wisata Sepakung adalah KKN dari Universitas PGRI Semarang.
Dalam kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Rektor UPGRIS Ir Suwarno Widodo MSi, Panitia KKN UPGRIS, Arisul Ulumuddin, SPd MPd, Dr Heri Prabowo SE MM, Qristin Violinda, Spsi MM PhD, serta dosen pendamping lapangan kelompok 39 dan 40 KKN UPGRIS, Shofif S Akbar SE MM.
Ir Suwarno Widodo MSi memaparkan salah satu tugas utama perguruan tinggi sebagaimana terdapat dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi adalah melaksanakan pengabdian kepada masyarakat. Pengabdian ini menjadi sangat penting dalam rangka memperteguh relevansi keilmuan yang dikaji dengan realitas sosial.
“Perlu diketahui KKN merupakan salah satu bentuk pengabdian masyarakat yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi dan diikuti oleh mahasiswa tingkat akhir yang telah memenuhi persyaratan akademik,” papar Suwarno dalam keterangannya.
Beri Manfaat
Dia berharap melalui KKN ini misi pengabdian masyarakat dapat berjalan secara maksimal. Ia juga menyambut baik dan memberikan apresiasi kepada mahasiswa yang telah melaksanakan program KKN kali ini.
“Dengan adanya kegiatan KKN kali ini, harapannya dapat memberikan manfaat pengabdian kepada masyarakat serta dapat memberikan pengalaman dan kesan tersendiri bagi mahasiswa. Tentunya dalam pengembangan dan pengimplementasian ilmu pengetahuan yang di dapat di bangku perkuliahan,” ungkap Suwarno.
Suwarno berharap seluruh kegiatan para peserta KKN agar berjalan dengan efektif dan sesuai dengan program yang telah dicanangkan sejak awal. Dia mengingatkan para mahasiswa agar tetap menjaga sikap dan nama baik almamater selama kegiatan KKN berlangsung.
“Saya harap mahasiswa juga tetap memperhatikan kesehatan diri selama mengikuti KKN, agar dapat berjalan dengan baik hingga akhir kegiatan. Apabila menemukan permasalahan di lapangan, nanti dipecahkan bersama-sama oleh mahasiswa KKN, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), dan pihak panitia KKN, yang jelas terap jaga nama baik almameter selama KKN berlangsung,” tutup Suwarno. (is)



















