Prosedur Penanganan Pasien Omicron Sama dengan Varian Lain

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Semarang, Nur Dian Rakhmawati Skep Ners MPH (dua dari kiri), menjadi salah satu narasumber pada dialog interaktif dengan tema “Bersiap Hadapi Omicron” di Hotel Noorman Semarang, Senin (24/1). 
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Semarang, Nur Dian Rakhmawati Skep Ners MPH (dua dari kiri), menjadi salah satu narasumber pada dialog interaktif dengan tema “Bersiap Hadapi Omicron” di Hotel Noorman Semarang, Senin (24/1). 

SEMARANG (Awal.id) – Tempat isolasi terpusat Rumah Dinas Wali Kota Semarang, masih dibuka untuk menghadapi kemungkinanmasih adanya pasien Covid-19. Para pasien Covid-19 di Kota Semarang memang diarahkan untuk menjalani isolasi terpusat di tempat itu jika memang di rumahnya tidak ada tempat yang representatif untuk melakukan isolasi mandiri.

Hal itu disampaikan Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Semarang, Nur Dian Rakhmawati Skep Ners MPH, usai menjadi narasumber pada dialog interaktif bertajuk Prime Topic dengan tema “Bersiap Hadapi Omicron” yang berlangsung di Ruang Bahana Hotel Noorman Semarang, Senin (24/1).

Baca Juga:  Lagi-lagi Gubernur Ganjar Geram, Ada Sekolah Gelar Kegiatan Tak Disiplin Prokes

Dian menambahkan, di tempat isolasi Rumah Dinas Wali Kota, pihaknya sudah menyiapkan tenaga, termasuk tenaga kesehatan dan dokter. “Secara tim kami selalu siap. Kebetulan saat ini di sana ada 5 sampai 6 pasien, karena ada yang sembuh dan ada yang negatif setelah dilakukan tes. Untuk mengetahui mereka terpapar Covid jenis varian apa, perlu dilakukan tes di Balatkes Provinsi,” kata Dian.

Menyingung soal penanganan pasien khusus varian Omicron, Dian menjelaskan bahwa penanganan pasien tersebut sesuai aturan dan juknis Kementerian Kesehatan, prosedur dan tata laksananya sama dengan pasien Covid sebelumnya.

Baca Juga:  10 Mahasiswa dan Pelajar Seharian Mengikuti Kunjungan Kerja Ganjar Pranowo, Jadi Gubernur Ternyata...

Dian juga membenarkan bahwa penyebaran virus varian Omicron lebih cepat, tetapi gejala yang ditimbulkan lebih ringan dari virus varian Delta. Untuk mengetahui sekaligus mengantisipasinya, Pemerintah Kota Semarang, dalam hal ini Dinas Kesehatan secara berkala melakukan sosialisasi.

“Kami terus melakukan sosialisasi-sosialisasi ke masyarakat, misalnya lewat Puskesmas. Dan cara pencegahannya pun kita sampaikan sama dengan pencegahan varian sebelumnya,” tutur Dian.

Mewakili pihak Dinas Kesehatan, Dian meminta masyarakat tidak panik menghadapi ancaman Omicron. Kewaspadaan tetap perlu, disiplin prokes dengan memakai masker, misalnya, juga masih harus dilakukan. Dan yang tidak kalah penting adalah sadar untuk melakukan vaksin.

Baca Juga:  Tim Pengabdian USM Lolos Hibah Kemenristek Dikti

“Yang penting masyarakat tetap waspada dan taati protokol kesehatan. Apalagi di beberapa tempat pemkot juga sudah menyediakan fasilitas dan sentra pelayanan suntik vaksin ketiga atau Booster, ini harus dimanfaatkan,” pungkasnya. (is)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *