Bencana Tahun 2021 Meningkat 20,5%, BPBD Kota Semarang Lakukan Evaluasi
SEMARANG (Awal.id) – Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, Winarsono melaporkan, terdapat peningkatan jumlah bencana pada tahun 2021 sebesar 20,5 %, tercatat jumlah bencana tahun 2020 sebanyak 342 bencana dan pada tahun 2021 menjadi sebanyak 412 bencana.
“Sepanjang 2021, bencana tanah longsor menjadi urutan pertama yang sering terjadi pada tahun ini, kemudian bencana banjir dan pohon tumbang,” ungkap Winarsono, Minggu (2/1).
“Berdasarkan dari kejadian, 2021 memang lebih banyak, dibandingkan 2020, tetapi dilihat dari sisi kerugian, 2021 lebih sedikit, yaitu hanya sekitar 700 juta, sedangkan 2020 kerugian mencapai 2.593.500.000,” jelasnya.
Winarsono menyampaikan rincian bencana tahun 2021 meliputi, talud longsor sebanyak 130 kejadian, banjir 87 kejadian, pohon tumbang 78 kejadian, rob 2 kejadian, puting beliung 37 kejadian, rumah roboh 35 kejadian, dan kebakaran 43 kejadian.
Adanya peningkatan jumlah bencana di kota semarang, Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Wahyoe Winarto “Liluk” Winarto mengimbau masyarakat untuk waspada bencana pada awal tahun 2022, karena semakin tingginya perubahan cuaca.
“Cuaca akhir – akhir ini cenderung ekstrem dan kerap turun hujan deras, kami berharap masyarakat waspada akan bencana, khususnya warga yang tinggal di daerah rawan,” katanya
Sementara itu, Suryaman, warga Perum Ganesha Mukti, Kecamatan Pedurungan, juga menyampaikan, antisipasi bencana saat ini perlu menjadi evaluasi karena lama surut banjir mencapai setengah jam, perlu adanya kerja bakti pembersihan sungai ataupun selokan di sekitar Pedurungan, Woltermonginsidi, Genuk dan sekitarnya.
“Tahun 2022, saya berharap wilayah saya mendapatkan perhatian khusus dalam persoalan banjir dan program pelebaran selokan harus merata, tidak hanya di beberapa RW saja,” ucapnya. (is)



















