Peringatan Dini Tsunami Sudah Berakhir, BMKG: Gempa Susulan Masih Jadi Ancaman Masyarakat
SEMARANG (Awal.id) – Ketua Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Prof Ir Dwikorita Karnawati MSc PhD mengatakan hingga pukul 13.40 WITA telah terjadi 20 gempa susulan dengan kekuatan maksimum 5,6 skala Richter.
Hingga saat ini, BMKG terus melakukan monitoring pascagempa yang terjadi di Laut Flores dan lima wilayah.
“Terjadi di 112 Km barat laut dari Kabupaten Larantuka, NTT dengan magnitudo 7,4. Kami hingga saat ini terus memonitor gempa susulan yang kecenderungannya makin melemah, dan yang tertinggi 5,6,” papar Rita dalam konferensi pers yang dilakukan secara virtual di chanel Youtube BMKG, Selasa (14/12).
Dengan kejadian tersebut, BMKG memberikan imbauan dan peringatan kepada masyarakat, agar tetap tenang dan tidak panik. Masyarakat juga diminta untuk tidak terpangaruh oleh isu-isu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.
“Kami mohon, karena gempa sususal masih terjadi, maka mohon masyarakat menghindari bangunan retak atau rusak akibat gempa tersebut. Periksa dan pastikam bahwa bangunan tempat tinggal anda cukup tahan terhadap gempa, dicek ada tidaknya bangunan anda yang retak. Karena, jika kita lalai, itu bisa membahayakan kestabilan bangunan akibat gempa dan bisa membahayakan diri anda. Untuk itu dicek dulu sebelum masuk ke rumah anda,” ujarnya.
Ketua BMKG itu mengingatkan masyarakat agar berhati-hati, meski ancaman Tsunami sudah berakhir, namun gempa susulan masih terjadi.
“Kami imbau kepada warga masyarajat sekitar, agar tetap tenang dan tidak panik. Meski peringatan dini Tsunami sudah dinyatakan berakhir, kami minta warga tetap harus hati-hati. Gempa susulan sampai dengan saat ini masih terjadi, dan diperkirakan masih akan ada gempa susulan, sekali lagi dicek bangunan rumah anda terlebih dulu, sebelum masuk rumah,” katanya. (is)



















