Kasus HIV AIDS di Kendal Tergolong Tinggi

KENDAL (Awal.id) – Kasus HIV-AIDS di Kabupaten Kendal masih cukup tinggi, namun diketahui dalam tiga tahun terakhir ini mengalami penurunan. 

Sementara data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal, pada tahun 2019 terdapat kasus HIV sebanyak 80 orang, tahun 2020 sebanyak 57 orang dan tahun 2021 sebanyak 50 orang.

Kasus AIDS tahun 2019 sebanyak 57 orang, tahun 2020 ada 50 orang dan tahun 2021 sebanyak 46 orang. Untuk kasus kematian akibat HIV-AIDS di Kabupaten Kendal pada tahun 2019 sebanyak 54 orang, tahun 2020 sebanyak 53 orang, dan tahun 2021 sebanyak 28 orang.

Baca Juga:  Wamendag RI Sebut Harga Bahan Pokok di Kendal Aman

“Kalau temuan komulatif HID-AIDS itu ada 1.229 orang, dari tahun 2.000 sampai dengan tahun 2021,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit pada Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal, Muntoha, Senin (20/12/2021).

Muntoha mengatakan, beberapa kegiatan memperingati Hari AIDS sedunia 2021 pada bulan Desember ini di antaranya melakukan tes VCT di eks lokalisasi Gambilangu dan tempat hiburan, sosialisasi pencegahan HIV Aids di kalangan usia produktif dan pembentukan Desa Peduli AIDS.

Baca Juga:  KONI Jateng - PT Taisho Kerja Sama Suplai Kebutuhan Atlet dan Pelatih

“ini untuk menyambut Hari AIDS Sedunia di tahun 2021 dengan rangkaian kegiatan telah dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kendal, di antaranya melakukan pemeriksaan VCT mobile di Resos Mlaten Gambilangu dan tempat hiburan karaoke di Boja, dan lainnya,” katanya.

Sementara itu Pendamping Pekerja Seks Perempuan Kabupaten Kendal, Sunarti mengatakan, tugas pendamping rutin tiap bulan mengadakan Sekolah Perempuan untuk pekerja di eks lokalisasi yang materinya tidak hanya tentang HIV AIDS, tetapi juga materi lainnya tentang perempuan dan pelatihan keterampilan. Tiap tiga bulan sekali juga rutin melakukan pemeriksaan kesehatan atau tes VCT.

Baca Juga:  Demi Kelancaran Panen Para Petani, Subari Hibahkan Tanahnya untuk Dibangun Embung

“Sekolah perempuan ini bekerja sama dengan Dinas Sosial atau mengadakan secara mandiri, materinya ada pelatihan, seperti membuat baki lamaran, yang dari bekal keterampilan ini bisa untuk membuka usaha,” tuturnya.

Jika ada yang positif HIV AIDS, maka pihaknya melakukan pendampingan untuk pengobatan rutin dan pengawasan untuk mencegah penularan terhadap orang lain. (is)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *