Haul KRT Sumodiningrat Habib Hasan bin Thoha bin Yahya, Pemkot Semarang Gandeng Kelompok Lintas Agama Gelar Kirab Merah Putih

SEMARANG (Awal.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang bersama dengan kelompok lintas agama menggelar Kirab Merah Putih memperingati Haul KRT Sumodiningrat Habib Hasan bin Thoha bin Yahya di Balaikota Semarang, Sabtu (17/12).

Kirab Merah Putih peringatan Haul KRT Sumodiningrat Habib Hasan bin Thoha bin Yahya dimulai dari Jalan Depok hingga Balaikota Semarang dengan membentangkan bendera Merah Putih sepanjang 300 meter serta diikuti lebih dari 100 orang.

Setelah sampai di Balaikota Semarang, seluruh peserta dan tamu undangan melaksanakan apel Kirab Merah Putih peringatan Haul KRT Sumodiningrat Habib Hasan bin Thoha bin Yahya.

Baca Juga:  19 Juta Warga Jateng Telah Divaksin

Sekretaris Daerah, Iswar Aminuddin, yang didapuk menjadi pemimpin apel mengatakan kegiatan Kirab Merah Putih ini merupakan rangkaian haul KRT Sumodiningrat Habib Hasan bin Thoha bin Yahya, yang menjadi simbol pengingat sejarah bangsa.

“Bangsa ini besar karena bisa melihat bagaimana perjalanan sejarahnya dahulu ketika meraih kemerdekaan. Hingga pada akhirnya kita berada di sini. Haul ini juga bentuk wujud rasa cinta tanah air dan kepedulian terhadap bangsa Indonesia,” ujarnya.

Baca Juga:  Masa Libur Lebaran 2023, PMI Siapkan Ratusan Posko Mudik

Nilai persatuan dan kesatuan pun juga terus ditanamkan dalam benak masyarakat Indonesia, melalui kegiatan-kegiatan yang salah satunya Kirab Merah Putih ini.

“Kegiatan ini juga dalam rangka membangun dan meneruskan perjuangan para pahlawan dalam memupuk persaudaraan. Kita saksikan sendiri bagaimana beberapa elemen masyarakat dari berbagai lintas agama bersatu hari ini,” imbuhnya.

Salah satu tokoh masyarakat Kota Semarang KH Hanief Ismail menuturkan, bahwa KRT Sumodiningrat Habib Hasan bin Thoha bin Yahya merupakan salah satu sosok pejuang kemerdekaan Indonesia.

Baca Juga:  34 Calon Wisudawan Pascasarjana USM Dilepas

Menurutnya, KRT Sumodiningrat Habib Hasan bin Thoha bin Yahya bersama elemen masyarakat dengan gigih melawan penjajahan kolonialisme.

“Beliau gigih berjuang, rela berkorban untuk bangsa dan negara. Kita jangan sampai melupakan jasa-jasa para pejuang seperti beliau,” pungkasnya. (is)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *