Diminta Jadi Pembina PPDI, Begini Respon Gubernur Ganjar

SEMARANG (Awal.id) – Pengurus Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI), meminta Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menjadi pembina organisasinya.
Hal itu disampaikan para pengurus saat bertemu dengan Ganjar di kantornya, Rabu (15/12). PPDI adalah organisasi perangkat desa yang tersebar di 17 provinsi dan 362 kabupaten seluruh Indonesia.
Gubernur Ganjar yang mendengar permintaan itu mengatakan tidak keberatan untuk menjadi pembina PPDI. Dengan satu syarat, anggota PPDI memang mau dibina olehnya.
“Saya diminta jadi pembina PPDI itu tergantung panjenengan mau dibina apa tidak. Kalau tidak mau dibina, ya mending yang lain,” canda Ganjar.
Namun pada intinya, diminta ataupun tidak dirinya akan tetap membina para perangkat desa, khususnya yang ada di Jawa Tengah. Jika ada persoalan, Ganjar pasti akan ikut membantu menyelesaikan.
“Jadi kalau njenengan sudah sepakat saya jadi pembina, mari kita jalan bersama-sama. Saya kalau sama kades, perangkat desa itu sudah seperti teman sendiri. Jadi jangan sungkan, kalau ada persoalan langsung whatsapp atau telpon saya langsung,” ucapnya.
Puluhan pengurus PPDI datang sekitar pukul 12.00 WIB ke kantor Ganjar. Namun untuk mengurangi kerumunan, hanya perwakilan saja yang diminta melakukan audiensi langsung dengan Ganjar di ruang rapat Gedung A lantai 2 kompleks Pemprov Jateng. Sementara sisanya, menunggu di lobi kantor.
Saat beraudiensi, Sekjen PPDI, Sarjoko, juga meminta bantuan Ganjar untuk mendorong pembentukan Nomor Induk Aparatur Pemerintahan Desa, sebagai upaya melindungi para aparatur pemerintahan desa dari kesewenang-wenangan.
Sarjoko senang karena keluhannya itu langsung ditanggapi Ganjar. Ganjar memerintahkan Dispermasdes untuk segera koordinasi dan medorong terbitnya nomor induk aparatur pemerintahan desa itu.
“Untuk Jateng tadi Pak Ganjar bilang akan langsung dibuatkan. Kami berharap di seluruh Indonesia bisa. Kami akan koordinasikan dengan seluruh jajaran kami,” pungkasnya. (is)



















