70.000 Liter Minyak Goreng Digelontor untuk Operasi Pasar

Operasi pasar di beberapa daerah dilakukan Pemprov Jateng untuk mengatasi tingginya harga minyak goreng di pasaran
Operasi pasar di beberapa daerah dilakukan Pemprov Jateng untuk mengatasi tingginya harga minyak goreng di pasaran

SEMARANG (Awal.id) – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengambil langkah cepat untuk mengatasi tingginya harga minyak goreng di pasaran, dengan menggelontorkan 70.000 liter minyak goreng ke berbagai kabupaten/kota dalam rangka operasi pasar.

Kepala Dinas Perdagangan Jateng, Arif Sambodo mengatakan, operasi pasar untuk pengendalian harga minyak goreng dilakukan saat ini di 24 kabupaten/kota. Masing-masing kota diberi jatah 3.396 liter minyak goreng.

“Total ada 70.000 liter minyak goreng yang kami gelontorkan dalam operasi pasar ini, dengan harga Rp 14.000 perliter,” kata Arif Sambodo, Kamis (30/12).

Baca Juga:  Kejagung Tetapkan Eks Dirut Perum Perindo sebagai Tersangka Korupsi

Gubernur Ganjar Pranowo juga sudah memerintahkan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) untuk terjun ke lapangan. Satu persatu persoalan dimintanya diselesaikan agar inflasi di Jateng bisa terkendali.

“Tapi memang beberapa komoditas itu di hulu belum panen, jadi memang ada fluktuasi. Tapi saya minta ke TPID untuk tidak lama-lama. Nggak bisa kalau nggak turun-turun, maka minyak goreng ini kelamaan nggak turun harga, kita lakukan operasi pasar,” tegas Ganjar di kantornya, Kamis (30/12).

Baca Juga:  Kampanyekan Perubahan Iklim dan Kerentanan Pesisir, Ditampart akan Berkesenian di Bekas Gusuran Kampung Tambakrejo

Operasi pasar, lanjut Ganjar, dilakukan untuk mengintervensi agar harga kembali stabil. Selain itu, hal itu juga penting dalam pengendalian inflasi.

“Tapi kalau kita melihat batas toleransinya, semua masih dalam kendali. Untuk minyak goreng pasokan juga cukup,” jelasnya.

Ganjar mengatakan, untuk saat ini operasi pasar baru dilakukan untuk minyak goreng. Ganjar meminta semua tim turun bersama mengendalikan kenaikan harga.

“Saat ini baru minyak goreng yang kita lakukan operasi pasar, kami harap bisa segera menstabilkan harga. Kalau nggak stabil-stabil, kan bahaya. Maka selain operasi pasar, TPID saya minta untuk terjun menyelesaikan satu persatu persoalan yang ada,” pungkasnya. (is)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *