Yayasan Ar- Rois Cendekia Semarang Inisiasi Camping Moderasi Beragama untuk Guru PAI SD

Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Gunawan Saptogiri memberikan sambutan pada pembukaan Camping Moderasi Beragama, di Jalan Gondoriyo, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Minggu (28/11).
Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Gunawan Saptogiri memberikan sambutan pada pembukaan Camping Moderasi Beragama, di Jalan Gondoriyo, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Minggu (28/11).

SEMARANG (Awal.id) – Puluhan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) tingkat Sekolah Dasar (SD) dilibatkan dalam pembukaan acara Camping Moderasi Beragama, di Jalan Gondoriyo, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Minggu (28/11).

Kegiatan yang digagas oleh Yayasan Ar- Rois Cendekia Semarang ini digelar untuk mendukung program Kementerian Agama tersebut akan berlangsung selama tanggal 28 – 30 November 2021, di Kampoeng Djowo Sekatul, Mergosari, Limbangan, Kabupaten Kendal.

Baca Juga:  Nelayan Kendal Sebut Ganjar Capres yang Paham Persoalan Masyarakat

“Peserta yang ikut Camping Moderasi Beragama ada sekitar 50-an guru PAI se-Kota Semarang. Selama mengikuti kegiatan, mereka akan diberikan beberapa materi, seperti pedoman bertoleransi,” ungkap Pengawasan Yayasan Ar-Rois Cendekia, Ahmad Rofiq Mahmud seusai acara pembukaan.

“Semoga ke depannya, kita bisa mengembangkan ke guru-guru lainnya.  Untuk hari ini, khusus guru SD PAI, kita fokus ke bagaimana nilai-nilai toleransi dikembangkan dari sejak dini, jika dibiarkan saya kira bahaya, bisa mengacam kehidupan berbangsa dan bernegara,” imbuhnya.

Baca Juga:  Serapan Dana Desa di Jateng Capai 54 Persen

Hadir pada pembukaan Camping Moderasi Beragama, antara lain Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Gunawan Saptogiri, mewakili Walikota Semarang.

“Kegiatan ini sejalan dengan visi misi Pemerintah Kota, yaitu selalu menjaga NKRI dan Berbinneka Tunggal Ika. Ayo kita jaga kondusivitas Kota Semarang,” ungkap Gunawan dalam sambutannya.

Menurut Gunawan, jika masyarakat sudah mencanangkan kebhinnekaan, ada berbagai etnis agama dan sebagainya, maka mereka harus memiliki rasa toleransi dan saling menghargainya.

Baca Juga:  Pencuri ’Berdaster dan Jilbab’ Dicokok Polisi

Dalam era digital saat ini, lanjut dia, ketegangan umat beragama menjadi sangat besar. Dia berharap, setelah selesai dari acara itu para guru bisa mengaplikasikan kepada peserta didik. (is)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *