30 Pohon Tumbang Akibat Cuaca Ekstrim, Disperkim Kota Semarang Terjunkan Tim untuk Minimalisir Kejadian

SEMARANG (Awal.id) – Menghadapi musim penghujan dan badai cuaca ekstrim yang diprediksi berlangsung selama 2-3 bulan ke depan, Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Disperkim) Kota Semarang berencana menerjunkan tim dalam upaya meminimalisir kejadian pohon tumbang.

“Kami sudah siapkan antisipasi menghadapi musim penghujan dan badai ekstrim di Kota Semarang. Berdasarkan laporan warga, banyak pohon tumbang akibat terjangan hujan yang disertai angin kencang,” kata Kepala Bidang (Kabid) Pertamanan dan Pemakaman Disperkim Kota Semarang, Murni Ediati, di Semarang, Selasa (2/11).

Menurut Murni Ediati, Disperkim dalam waktu dekat ini akan melakukan giat untuk merapikan kawasan terdapat pohon rawan tumbang, terutama di sepanjang jalan protokol.

Baca Juga:  Aset Bupati Probolingga Senilai Rp 7 Miliar Disita KPK

“Beberapa waktu yang lalu, kami banyak menerima laporan dari warga di berbagai wilayah soal pohon tumbang. Bahkan, ada pohon tumbang menimpa rumah warga dan ada pula yang tumbang di badan jalan, sehingga memacetkan arus lalu-lintas,” ujar Murti Ediati yang akrab disapa Pipi.

Pipi menargetkan dalam jangka waktu 2-3 bulan ke depan, pihaknya akan meminimalisir adanya kejadian pohon tumbang di Kota Semarang.

“Target kita 2-3 bulan, semoga lancar dan sukses sesuai rencana, doakan aja,” pintanya.

Baca Juga:  TMMD Sengkuyung Tahap III, Bupati Dico Berharap Gotong Royong TNI dan Masyarakat Dapat Lancarkan Transportasi dan Ekonomi Desa

Selain tim Disperkim dan warga, kata Pipi, pihaknya juga akan menggandeng dinas terkait, seperti Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Hingga Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Kota Semarang untuk menangani masalah pohon tumbang.

“Dari data laporan sementara yang diteruma Disperkim, ada 30 pohon yang tumbang di beberapa titik di Kota Semarang,” paparnya.

Menyinggung jalan protokol yang menjadi target penataan Disperkim, Pipi menjelaskan area sepanjang Kampung Kali, Jalan S Parman, Sultan Agung, Wahidin, Abdurahman Saleh Timur dan Jalan Tlogosari.

Baca Juga:  Salurkan BLT DBHCHT, Mbak Ita Harap Bisa Tingkatkan Kesejahteraan

Untuk menata kawasan tersebut, Pipi mengaku masih terkendala dengan keterbatasan personel yang dimiliki instansinya. Untuk menata kawasan kumuh pedestrian, Disperil hanya memiliki tiga tim, yang setiap tim beranggotakan 10 orang.

“Keterbatasan personel inilah yang membuat kami terkesan lambat saat merespon laporan warga soal pohon tumbang,” akunya.

Pipi meminta masyarakat ikut berparsipasi aktif jika mengetahui ada pohon tumbang di wilayahnya. Jika ada pohon tumbang yang menggangu aktivitas masyarakat, pihaknya berharap warga untuk segera melapor, sehingga masalah itu bisa cepat tertangani. (is)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *