Persaudaraan Lintas Agama Semarang Lepas 500 Ikan Patin untuk Kelestarian Lingkungan

SEMARANG (Awal.id) – Sebagai manusia harus memberikan kebebasan satwa untuk hidup, tak terbelenggu demi memenuhi keinginan dari manusia. Biarlah apa yang hidup kembali ke alamnya, karena apa yang ada di dunia adalah ciptaan Tuhan.
Dengan jalan tersebut maka kebahagiaan akan tercapai. Sebab membebaskan makhluk hidup dari belenggu penderitaan adalah jalan cinta kasih dan sayang. Seperti yang dilakukan oleh sejumlah orang yang tergabung dalam Persaudaraan Lintas Agama (Pelita) Semarang.
Mereka telah menaburkan 500 benih ikan patin ke Sungai Banjir Kanal Barat, Jalan Bojongsalaman, Semarang Barat, Kamis sore (30/9). Penaburan benih ikan ini sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Acara pelepasan ikan tersebut mdiikuti oleh pemuda lintas agama, baik Katolik, Kristen, Islam, Budha, Hindu, dan Konghucu. Kebersamaan serta kerukunan inilah yang membuat suasana di lokasi menjadi terasa adem, mereka pun tampak bahagia dan bersemangat ketika mendapat giliran menaburkan benih ikan ke sungai.
Romo Eduardus Didik Cahyono SJ Kepada Awal.id mengatakan, ikan yang dilepas berasal dari seorang dermawan yang menghendaki adanya penaburan ikan di sungai tersebut.
“Kebetulan ada seorang dermawan, ya itu teman kami sendiri. Kebetulan teman saya itu punya budidaya ikan patin, lalu ikan patin ini diberikan kepada kami untuk dilepas ke alamnya,” ujar Romo Didik.

Para anggota Pelita Semarang berfoto bersama sebelum melepaskan benih ikan ke Sungai Banjir Kanal Barat.
Romo Didik menambahkan, tujuan pelepasan ikan ke sungai ini supaya ikan kembali ke habitatnya. Mereka juga nantinya bisa berkembang biak dan alam bisa kembali lestari dengan baik.
“Mereka punya hak untuk kembali ke alam bebas, supaya bisa berkembang biak dengan baik” katanya.
Diketahui tanggal 4 Oktober dalam ajaran Gereja Katolik merupakan Hari Fransiskus Asisi. Di mana seseorang tokoh yang memiliki relasi dekat dengan alam ciptaan-Nya. Dengan demikian sosok itulah yang diceritakan bisa berkomunikasi dengan tumbuhan, burung, dan hewan-hewan lainnya.
Terkait hal itu, Romo Didik pun melepaskan ikan-ikan ke sungai, dengan harapan bisa melanjutkan semangat Fransiskus Asisi.
Soal pemilihan tempat pelepasan ikan di Sungai Banjir Kanal Barat tersebut, Romo Didik mengatakan sungai/kali merupakan ikonik dari pada Kota Semarang dan sangat berpengaruh bagi lingkungan sekitar. (is)



















