Makam Pejuang Aceh Pocut Meurah Intan Tak Terawat, Ganjar Pranowo Ajak Mahasiswa Untuk Turut Merawat
SEMARANG, (Awal.id) – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengaku teringat perjuangan pejuang perempuan asal Aceh, Pocut Meurah Intan saat menghadiri upacara peringatan Sumpah Pemuda yang digelar di Asrama mahasiswa Aceh oleh Forum Persaudaraan Antar Etnis Nusantara, Kamis 928/10).
Pocut Meurah Intan adalah pejuang perempuan Aceh selain Cut Nyak Dien dan Cut Meutia. Keberanian berjuang dengan memimpin pasukan gerilya melawan penjajah, sehingga dia mendapat julukan Singa Betina dari Belanda.
Ganjar mengajak para mahasiswa Aceh dalam waktu dekat untuk datang ke Blora. “Ada pejuang perempuan dari Aceh yang dibuang sampai ke Blora dan meninggal di sana, saya teringat beliau saat masuk ke sini, karena nama asrama mahasiswa Aceh ini dikasih nama beliau,” ungkap Ganjar seusai upacara.
“Ternyata kawan-kawan mahasiswa Aceh ada yang pernah ke sana dan melihat kondisinya, memang kurang terawat, maka saya ajak bersama-sama datang, kita bersih-bersih dan merawatnya,” ajaknya.
Perlu diketahui, Pocut Meurah Intan dibuang ke Blora Jateng oleh Belanda pada tahun 1905, dikenal masyarakat dengan nama Mbah Tjut, meninggal di usia sekitar 105 tahun. Dia dimakamkan di tempat pemakaman umum Desa Tegalsari Kabupaten Blora pada 1937.
Tidak hanya mahasiswa Aceh, Ganjar juga mengajak mahasiswa daerah lain yang ikut dalam forum tersebut membantu, siapa pun mereka, dari daerah manapun bisa bergabung dalam kegiatan itu.
Ketua Ikatan Pelajar Aceh Semarang, Ahmad Jihan Muzakki, sangat antusias dengan ajakan Gubernur Jawa Tengah. “Kami senang sekali diajak, karena memang, kondisi makamnya tidak terawat, banyak daun-daun di atasnya,” ujar Ahmad.
“Tentu itu hal yang luar biasa bagi kami, pak Ganjar bukan orang Aceh, tapi mau untuk merawat makam pahlawan Indonesia, khususnya pahlawan dari Aceh, tentu kami sangat senang dan bangga sekali,” imbuhnya. (is)



















