Kasus Covid-19 di Kota Semarang Terus Turun, Hakam Ajak Warga Tetap Patuhi Prokes

SEMARANG (Awal.id) – Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Mochamad Abdul Hakam menegaskan kasus paparan Covid-19 di Ibu Kota Provinsi Jateng semakin menurun. Penurunan ini dipicu dengan semakin tingginya tingkat kesadaran masyarakat Semarang untuk selalu menerapkan protokol kesehatan.
“Tingkat penularan Covid-19 di masyarakat, termasuk angka Covid aktif dan angka kematian turun hingga 0,8 per 100.000 dari jumlah penduduk, sedangkan untuk bord angka Covid, juga sudah di bawah 5 per 100.000 dari jumlah penduduk,” kata Hakam kepada wartawan, di Balaikota Semarang, Kamis (2/9).
Hakam mengajak masyarakat Kota Semarang terus menerapkan protokol kesehatan yang ketat, seperti mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak, agar penularan Covid-19 dapat ditekan semaksimal mungkin.
Sedangkan untuk kecepatan dari jumlah contact red, dan positive red, Hakam mengatakan kapasitas respon, yang termasuk di dalamnya adalah 3T, seperti trecing, testing, dan tretment akan terus ditingkatkan.
“Ini yang menjadi fokus kami dan akan terus dikejar. Ketika menemukan satu kasus, maka minimal yang harus dilakukan testing adalah 10-15. Sekarang kan tidak mesti. Sekarang posisinya ada di 2,4,” ujarnya.
Dari pengamatan tim Dinkes di lapangan, lanjut dia, sudah mulai ada peningkatan. Ini terlihat dari angka yang terhitung mulai 8 Mei, Juni, Juli, dan Agustus ini. Sedangkan untuk imbauan terkait 3M, seperti memakai masker, mencuci tangan dan menjarak, saat ini sudah mencapai angka di 80%, baik di perkampungan, tempat-tempat umum maupun perkantoran.
Hakam berharap situasi ini harus benar-benar terjaga dengan baik dengan cara mempertahankan protokol kesehatan secara maksimal.
“Kata kuncinya, sekali lagi kalau kita bisa melakukan protokol kesehatan dengan maksimal. Kita tidak hanya mampu mempertahankan di level 2, tapi mungkin bisa kita turun lagi di level 1. Sekarang ini tidak usah lah ngomongin level-levelan, prinsipnya adalah bagaimana membuat masyarakat Kota Semarang itu sehat,” katanya.
Hamka mengatakan jajaran Dinkes Semarang akan terus menggaungkan pentingnya penerapan prokes secara ketat kepada masyarakat.
“Kami (dinas kesehatan—red) akan terus semangat dan tidak akan ada bosannya, untuk selalu mengingatkan masyarakat tentang pentingnya menjaga prokes,” paparnya.
Hakam menyakini jika Ibu Kota Provinsi Jateng sudah terbebas dari pandemic Covid-19, perekonomian masyarakat bisa jalan dengan baik, produktivitas meningkat, selanjutnya mari kita sambut dengan New Normal,” tambahnya. (is)




















