Gubernur Ganjar Segera Temui Wabup Banjarnegara, Pastikan Pemerintahan Tidak Terganggu

YOGYAKARTA (Awal.id) – Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono, resmi ditetapkan sebagai tersangka usai ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas kasus dugaan korupsi pengadaan pada Dinas PUPR Pemkab Banjarnegara tahun 2017-2018.

Ketua KPK Firli Bajuri mengatakan, dari hasil penyelidikan diketahui bahwa Budhi Sarwono diduga mendapatkan Rp 2,1 miliar dalam kasus itu. Selanjutnya KPK menahan Budhi Sarwono bersama seorang tersangka lain dari pihak swasta. Tersangka dikenakan pasal 12 huruf i serta pasal 12B UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Baca Juga:  SIG Bantu 2.000 Zak Semen untuk Pembangunan Gedung STAI Al-Anwar Rembang 

Terkait kasus itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam waktu dekat akan menemui Wakil Bupati (Wabup) Banjarnegara untuk memastikan pemerintahan dan layanan masyarakat tidak terganggu.

“Insyaallah besok atau lusa (saya) akan ke sana untuk briefing,” kata Ganjar saat ditemui usai bersepeda di daerah lereng Merapi, Minggu (5/9).

Ganjar mengatakan sudah menghubungi Wakil Bupati Banjarnegara, Syamsudin, tidak lama setelah KPK menahan Budhi Sarwono. Ia meminta Wakil Bupati untuk segera melakukan konsolidasi dan mengumpulkan seluruh OPD di Kabupaten Banjarnegara.

Baca Juga:  Listrik Masih Padam, Korban Meninggal Capai 42 Orang

“Saya sudah minta ke Wakil Bupati agar segera melakukan konsolidasi di pemerintahannya. Kalau tidak salah hari ini mereka akan rapat. Saya minta pemerintahan tidak boleh terganggu. Terus layani masyarakat dengan baik,” kata Ganjar.

Kasus dugaan korupsi yang menyeret Budhi Sarwono tersebut merupakan pengingat kepada seluruh kepala daerah dan pejabat publik. Menurut Ganjar, peristiwa itu diharapkan bisa menjadi pembelajaran bagi seluruh kepala daerah agar tetap menjaga integritas.

Baca Juga:  Cak Imin Ajak Para Nahdliyin Jadikan Satu Abad NU sebagai Momentum Penguatan Organisasi

“Saya mengingatkan kembali dan tidak akan pernah bosan seperti waktu pelantikan saat itu, reformasi birokrasinya, jaga integritasnya, dan tidak ada lagi cerita-cerita soal pungli, soal korupsi, hadiah-hadiah yang diberikan kepada pejabat. Mudah-mudahan ini menjadi pembelajaran buat semuanya,” kata Ganjar.

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *