Mendadak WHO Imbau Seluruh Negara Hentikan Sementara Vaksinasi Ketiga

INTERNASIONAL (Awal.id) – World Health Organization (WHO) mengeluarkan imbauan secara mendadak kepada seluruh negara untuk menghentikan sementara pemberian vaksin Covid-19 dosis ketiga.

Seperti diketahui, pemberian vaksin adalah upaya untuk menangani krisis kesehatan karena pandemi virus Corona. Vaksin diberikan dengan cara disuntikkan selama dua dosis dalam rentang waktu sebulan. Namun jika ingin memperkuatnya beberapa negara menambah suntikan ketiga (booster).

Dengan lahirnya virus Corona varian Delta, negara ramai-ramai mengimbau suntikan booster yakni dosis ketiga. Namun Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendadak meminta seluruh negara untuk menghentikan suntikan penguat (booster) vaksin Covid-19.

Dilansir dari kompas.com, beberapa negara telah mulai menggunakan atau mulai menimbang kebutuhan akan dosis booster.

Baca Juga:  Jokowi Sampaikan Duka Cita atas Musibah Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ 182

Jerman mengatakan, pada bulan September akan mulai menawarkan suntikan booster kepada orang-orang yang rentan.

Uni Emirat Arab juga akan mulai memberikan suntikan booster untuk semua orang yang divaksinasi lengkap yang dianggap berisiko tinggi, tiga bulan setelah dosis vaksin kedua mereka, dan enam bulan untuk rentang usia tertentu.

Pekan lalu, Presiden Israel Isaac Herzog menerima suntikan ketiga vaksin virus corona. Israel telah memulai kampanye untuk memberikan suntikan booster kepada orang berusia di atas 60 tahun di negara itu.

Amerika Serikat pada bulan Juli menandatangani kesepakatan dengan Pfizer Inc dan mitra Jerman BioNTech untuk membeli 200 juta dosis tambahan vaksin Covid-19 mereka untuk membantu vaksinasi anak serta kemungkinan suntikan booster. Regulator kesehatan Amerika Serikat masih menilai perlunya dosis booster.

Baca Juga:  Bangun Budaya Literasi Masyarakat Daerah Dengan "Omah Moco"

Di Indonesia

Di Indonesia suntikan dosis ketiga vaksin Covid-19 rencananya akan dilakukan untuk tenaga kesehatan.

Dilansir dari kompas.com, Kementerian Kesehatan menegaskan vaksinasi dosis ketiga atau tambahan (booster) hanya diberikan kepada tenaga kesehatan (nakes) dan tenaga pendukung kesehatan.

“Suntikan ketiga atau booster hanya diperuntukkan untuk tenaga kesehatan, termasuk tenaga pendukung kesehatan,” kata Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes, dr Siti Nadia Tarmidzi, dalam keterangan resmi Kementerian Kesehatan, Senin (2/8) pagi lalu.

Baca Juga:  Prabowo Resmi Cabut Larangan Pengecer LPG 3 Kg, Harga Tetap Dikontrol!

Ia mengatakan, ketentuan ini berlaku bagi nakes yang sebelumnya telah menjalani vaksinasi dosis pertama dan kedua.

Jumlah nakes maupun pendukung nakes yang dibidik untuk vaksinasi booster ini diperkirakan mencapai sekitar 1,5 juta orang yang tersebar di seluruh Indonesia.

Nadia menjelaskan, beberapa faktor mengapa nakes diprioritaskan untuk menerima vaksinasi booster. Di antaranya keterbatasan pasokan vaksin dan masih ada sekitar lebih dari 160 juta target penduduk yang belum mendapatkan vaksinasi.

Karena itu, katanya, vaksinasi booster tidak diberikan kepada masyarakat umum. “Kami memohon agar publik dapat menahan diri untuk tidak memaksakan kepada vaksinator untuk mendapatkan vaksin ketiga,” ujar dr Nadia.

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *