Ikuti Saran Gubernur, Mahasiswa UIN Siap Lakukan Pendataan PKL Terdampak Pandemi

Puluhan mahasiswa UIN mengadakan 'konser' dan hiburan badut di depan pasien Covid-19 di Rumah Dinas Walikota, Minggu (1/8)

SEMARANG (Awal.id) – Puluhan mahasiswa dari jurusan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) UIN Walisongo Semarang mendatangi pasien isolasi Covid-19 di rumah dinas Wali Kota Semarang, Minggu (1/8).

Mereka sengaja datang dengan membawa gitar dan cajon atau drum kotak kecil, untuk memberikan hiburan warga yang sedang isolasi dan tenaga kesehatan yang sedang bertugas.

Dan ternyata aksi panggung para mahasiswa UIN Walisongo itu berhasil membuat pasien terhibur. Bahkan beberapa warga isolasi dan tenaga kesehatan ada yang turut berjoget dan menyumbangkan suara emasnya.

Baca Juga:  Mengenang Rachmawati, Tokoh Reunifikasi Korea, Ucapan Duka Mengalir dari Berbagai Negara

Koordinator kegiatan, Rina Purwaningsih membenarkan, mahasiswa yang hadir dalam acara itu adalah mahasiswa dari jurusan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) UIN Walisongo Semarang. Mereka sengaja datang ke tempat isolasi terpusat itu untuk memberikan hiburan.

“Kami merasa tergerak untuk mengikuti anjuran Pak Gubernur Ganjar, yang menyarankan agar mahasiswa turun dan ikut serta dalam penanganan Covid-19. Nah kali ini kami ikut serta, dengan cara menghibur pasien yang sedang isolasi. Harapannya mereka bisa bahagia,” katanya.

Baca Juga:  Presiden dan Ibu Negara Salat Idul Fitri 1445 Hijriah di Masjid Istiqlal

Semua talent yang dihadirkan untuk menghibur, lanjut Rina, adalah mahasiswa. Baik pemain musik, penyanyi, pembaca puisi termasuk badut yang beraksi lucu di sana.

“Kenapa kami minta ada teman yang jadi badut, ya itu salah satu media agar pasien di sini terhibur. Setidaknya, dengan tingkah lucu badut itu, para pasien di sini bisa tersenyum. Karena kami tahu, mereka pasti bosan selama menjalani isolasi,” jelasnya.

Baca Juga:  Jadi Perbincangan Hangat, Amankah Meminum Minyak Kayu Putih Untuk "Obat Covid-19"?

Data PKL dan UKM

Tak hanya menghibur pasien, Rina mengatakan mahasiswa UIN Walisongo siap bergerak membantu penanganan pandemi dengan cara lain.

Dalam waktu dekat, mereka sepakat akan turun ke jalan dan melakukan pendataan pada pedagang kaki lima (PKL) dan pelaku UKM yang terdampak pandemi.

“Rencana ke depan kita akan mendata PKL dan pelaku UKM yang terdampak PPKM Darurat. Data itu akan kami serahkan ke pemerintah agar bisa dibantu dan dicarikan solusi,” pungkasnya.

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *