Mengintip Kreativitas Mahasiswa UPGRIS Saat Pandemi, Produksi Hand Sanitizer Ratusan Liter Per Bulan

Kesibukan para mahasiswa UPGRIS saat proses produksi hand sanitizer di laboratorium biologi

SEMARANG (Awal.id) – Kreativitas beberapa mahasiswa dan alumni Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) patut diapresiasi. Mereka berhasil memproduksi sendiri cairan pembersih tangan (hand sanitizer).

Para mahasiswa kreatif itu antara lain Sajati (23); Bekti Suryanto (22); Risqi Ramayanti (20),  seluruhnya dari jurusan Pendidikan Biologi dan alumni Khoirrul Marom (21) serta Siti Musapana (20).

Ketika para mahasiswa itu memanfaatkan keilmuannya di saat pandemi sekarang ini, ternyata gayung bersambut.  Pihak Laboratarium Biologi UPGRIS mendukung.

Kepala Laboratorium Biologi UPGRIS, Dr Muhammad Syaipul Hayat mengatakan, pihaknya memang mendukung penuh mahasiswa untuk membuat cairan pembersih tangan. Hal itu merupakan kepedulian mahasiswa di tengah pandemi seperti sekarang. Selain juga untuk mengaplikasikan salah satu mata kuliahnya yang membuat cairan pembersih tangan dan kepedulian sosial.

Baca Juga:  Bantu Masyarakat, UPGRIS Gandeng LPPM Gelar Desiminasi Teknologi

Usai memproduksi cairan pembersih tangan, ternyata respons masyarakat amat positif.  Mereka pun mulai memproduksi, untuk berbagai kepentingan terutama pelayanan publik.

“Alhamdulilah, dari awal produksi awalnya sekitar 70-100 liter per bulan. Belakangan dengan adanya kegiatan PPKM Darurat itu membuat masyarakat semakin memproteksi diri dan permintaan makin tinggi. Produksinya sekarang 200-300 liter per bulan,” kata Syaipul.

Dia menilai, aksi membikin cairan pembersih tangan itu selain memupuk jiwa sosial, juga menumbuhkan semangat mahasiswa berwirausaha. Sejumlah aksi sosial yang telah mereka lakukan, di antaranya bekerja sama dengan beberapa lembaga yang melakukan aksi sosial. Termasuk nanti akan melakukan gerakan peduli sosial.

Baca Juga:  11 ribu Kendaraan Masuki Palembang pada H-4 Lebaran 2023

Presiden Mahasiswa UPGRIS, Muhammad Rizqi Arfanda mengatakan, mahasiswa tergerak untuk melakukan aksi kepedulian sosial. Khususnya untuk mereka yang berada di dalam Kota Semarang. Termasuk rencana aksi sosial pada Jumat (30/7).

“Target utama kita adalah rakyat. Kita menyebutnya itu solidaritas BEM UPGRIS, dan mahasiswa peduli rakyat. Target kita menyadarkan kepada rakyat ataupun warga Indonesia. Khususnya di Semarang ini sadar akan pentingnya protokol kesehatan, dan mematuhi 5M,” kata Rizqi.

Gayung bersambut, aksi mereka juga mendapat dukungan dari mahasiswa jurusan Biologi dan Laboratorium Biologi kampus setempat berupa cairan pembersih tangan. Nantinya, mahasiswa akan membagikan cairan pembersih tangan ke masyarakat di pasar  tradisional.

Baca Juga:  Duta Kampus USM Jadi Agen Perubahan Positif dan Beri Kontribusi Nyata

“Ada juga masker, ada liflet tentang 5 M, dan juga hand sanitizer itu sendiri. Kemudian kami akan memberi paket sembako pada warga sekitar,” terangnya.

Dia menerangkan, sejumlah aksi telah mereka lakukan seperti saat Ramadan lalu pada tukang becak dan kalangan lain di jalanan di Semarang. Ada juga aksi Kawan Peduli Kawan dengan menggandeng civitas kampus ke mahasiswa UPGRIS yang terpapar Covid-19.

“Kalau aksi besok selain kerja sama dengan Lab Biologi, juga akan menggandeng mahasiswa UPGRIS yang tinggal di Semarang,” ungkapnya sembari mewanti-wanti peserta aksi untuk tetap memerhatikan protokol kesehatan.

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *