Tradisi Warga Jadi Kluster di Kudus, Satgas Penanganan Covid Ingatkan Daerah Lain

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito

KUDUS (Awal.id) – Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan, penyebaran secara signifikan kasus Covid-19 di Kabupaten Kudus dapat menjadi pembelajaran bagi daerah lain.

Wiku mengingatkan agar Satgas di daerah mengantisipasi tradisi dan budaya di wilayah masing-masing.

Seperti diketahui, penyebab lonjakan kasus Covid-19 di Kudus, Jawa Tengah, adalah adanya wisata religi berupa tradisi ziarah dan kupatan yang dilakukan warga usai Idul Fitri 2021.

Kedua tradisi tahunan itu memang selalu ramai dikunjungi orang, sehingga memicu kerumunan dan meningkatkan penularan di tengah masyarakat.

“Pada hari Rabu (1/6), saya mendampingi Ketua Satgas Covid-19 beserta jajaran pimpinan BNPB dan TNI mengunjungi Kudus untuk melihat situasi terkini di sana,” ujar Wiku.

Dari kunjungan tersebut, kata Wiku, didapatkan bahwa keadaan ini terjadi sebagai dampak dari adanya kegiatan wisata religi berupa ziarah serta tradisi kupatan yang dilakukan oleh warga Kudus pada tujuh hari pasca-Lebaran. Hal ini memicu kerumunan dan meningkatkan penularan di tengah masyarakat.

Wiku menambahkan, sebelum angka kasus Covid-19 mengalami kenaikan, Kudus berstatus zona oranye atau berisiko sedang terhadap penularan Covid-19 selama tiga pekan.

“Karena tidak ditangani dengan baik daerahnya berpindah ke zona merah,” tambah Wiku.

Wiku juga melontarkan empat hal yang diinstruksikan pemerintah untuk penanganan Covid di Kudus.

“Dari kunjungan ini, Ketua Satgas menginstruksikan kepada Pemda Kudus untuk segera melakukan konversi tempat tidur lainnya menjadi tempat tidur untuk layanan pasien Covid-19,” tutur Wiku.

Dia melanjutkan, pasien dengan gejala sedang berat agar diprioritaskan untuk dirawat di RS. Sementara itu, pasien dengan gejala ringan diimbau untuk melakukan isolasi mandiri di kediaman masing-masing apabila memungkinkan atau dirujuk ke ibukota provinsi yaitu Semarang.

Kedua, lanjut Wiku, sebanyak 450 personel TNI diturunkan untuk memantau pelaksanakan empat fungsi PPKM mikro di tingkat desa/kelurahan di Kudus.

Ketiga, Satgas meminta agar pemda dan Satgas Covid-19 Kabupaten Kudus dapat melakukan upaya pembatasan mobilisasi secara maksimal agar penularan tidak semakin luas dengan senantiasa memantau kondisi zonasi masing-masing daerah.

“Keempat, mohon juga mensosialisasikan data Covid-19 kepada masyarakat secara berkala untuk dapat menumbuhkan kesadaran dan sikap kehati-hatuan kepada masyarakat,” tutur Wiku. (is)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *