Situasi Rumit, Antara Cinta dan Persahabatan

SEMARANG (Awal.id) – Bagaikan klise, kisah persahabatan berubah jadi cinta selalu menghantui mereka yang terjebak di dalamnya. Namun apakah salah menaruh perasaan kepada sahabat sendiri?

Saat bersama sahabat atau teman, seseorang pasti merasakan kenyamanan. Kita tertawa dan menangis bersama mereka. Bahkan, bukan tak mungkin teman lebih mengenal diri kita daripada keluarga sendiri. Jadi, hal yang masuk akal jika sebagian besar orang jatuh hati dengan teman atau sahabat.

Apalagi, menurut peneliti dari University of Texas, semakin lama kita mengenal seseorang, maka orang tersebut akan semakin terlihat menarik di mata kita.

Namun kembali lagi, menyatakan perasaan terhadap sahabat sendiri tidaklah semudah itu. Tak jarang banyak yang terjebak dalam friendzone bahkan sampai kehilangan persahabatan itu sendiri.

Untuk memahami itu semua, cobalah tanyakan ini kepada diri sendiri sebelum mengungkapkan perasaan kalian.

  1. Hajar saja! Toh kesempatan tak datang dua kali

Kalau kamu tipe orang yang cuek dengan cara pandang orang di sekitar, boleh nih coba cara ini. Selain bisa membuat hati tenang, dengan cara ini kamu juga bisa tau gimana perasaan sahabat kamu itu. Bukan hanya menerka-nerka saja dengan kode-kode yang dia berikan.

Pastinya harus konsekuen dengan tindakanmu. Jangan lempar sembunyi tangan, memiliki dia sebagai sahabat aja udah kayak keberuntungan, apalagi bisa saling memiliki. Hati-hati, keberuntungan jarang datang dua kali.

  1. Siap dengan skenario terburuk

Sebelum menyatakan perasaan kamu harus siap dengan skenario terburuk. Mulai dari penolakan, cinta tak terbalas hingga kehilangan sahabat seperti dirinya. Sebab setelah mengungkapkan perasaan, kemungkinan persahabatan berubah menjadi saling canggung, renggang, hingga dapat membuatnya menjauh pasti ada. Maka dari itu pikirkan sebelum bertindak, agar kamu tidak menyesal.

  1. Dia suka dengan orang lain dan memang menganggapmu teman

Kita tidak bisa menebak dalamnya perasaan seseorang. Karenanya kamu harus siap menghadapi berbagai kemungkinan seperti sahabatmu menyukai orang lain dan ia hanya menganggapmu tidak lebih dari sebatas teman. Di momen ini rasa kecewa pasti ada, namun jangan sampai berlebihan apalagi memutuskan untuk mengakhiri persahabatan tersebut.

  1. Siap dengan perubahan

Ketika mengungkapkan perasaan cinta dan ternyata sahabat kalian juga mengamini, apakah siap dengan perubahannya? Perubahan dari yang semula sebatas sahabat menjadi pasangan yang menuntut kita untuk selalu perhatian, saling memberi kabar, dan bersikap romantis. Yang tak jarang, perubahan tersebut menjadi suatu hal yang tricky. Kehabisan topik pembicaraan saat berduaan contohnya. Hihi~

  1. Lupakan! Pendam perasaan itu dalam-dalam

Hei, dia sahabatmu kan? Bukankah setiap hari kegiatanmu selalu bersamanya? Selalu bercerita dan mendengarkan cerita yang sama? Selalu yang pertama tahu tentang keadaannya? Kebersamaanmu itu, bukankah itu membahagiakan? Melihatnya tersenyum polos dengan gigi yang tak malu ditunjukkannya.

Jangan egois! Tak semua orang mendapatkan momen itu, tak semua orang seberuntung dirimu. Bukankah hari-hari yang sudah terlewat itu tak tergantikan. Sebagai sahabat, gak salah kok memiliki perasaan yang lebih, terkadang sahabatlah yang paling mengerti kamu.

Bukankah menjadi sahabatnya sudah menjadi hadiah tersendiri? Coba deh pikirkan lagi. Mengatakan yang sebenarnya dan mengorbankan kebersamaan itu, rasanya terlalu bodoh. Berani dengan terlalu nekat itu bedanya tipis. Lupakan, belajar lagi memahami mana yang lebih penting.

Pahami lima pertimbangan di atas sebelum mengungkapkan rasa cintamu pada sahabat sendiri. Jangan sampai keputusan tersebut merugikan diri kamu sendiri dan persahabatan yang sudah kamu jalin selama ini. (is)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *