Klaster Keluarga Melonjok 80 Persen, Wali Kota Hendi: Ini Penyebabnya

SEMARANG (Awal.id) – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menjelaskan jumlah kasus klaster keluarga melonjak hampir mencapai 80 persen.

“Hampir 80 persen klaster keluarga. Mereka dari klaster tempat kerja, perbankan memang cukup banyak. Mereka pulang ke rumah menularkan ke anggota keluarga lain jadilah klaster keluarga,” jelas Hendi di Balai Kota Semarang, Rabu (16/6).

Hendi, sapaan akrab Wali Kota Semarang mengatakan, kondisi tersebut harus diwaspadai bersama. Ia mengajak masyarakat untuk tidak malu untuk melakukan tes swab.

“Masyarakat tidak perlu takut atau galau. Kalau merasa agak meriang, ada tanda-tanda Covid-19 langsung diswab saja,” papar Hendi.

Hendi juga mengintesifkan tracing di sejumlah titik yang rawan penularan.

“WFH sudah saya buat sampai 30 persen. Sehari masuk sehari di rumah. Bagian mengurangi sebaran Covid-19 agar tidak ada klaster-klaster baru. Tracing di perkantoran juga terus dilakukan,” tandasnya.

“Ini adalah pembelajaran kita dengan pengalaman hampir 1.5 tahun (pandemi) bisa bersikap tetutama new normal menerapkan prokes, mendeteksi sejak awal, kalau badan tidak fit langsung swab agar penanganan lebih cepat,” ujarnya.

“Tingkat kedisiplinan masyarakat menerapkan protokol kesehatan cenderung menurun. Survei mingguan kecenderungan menurun dari 78 persen di minggu-minggu ini jadi 74 persen. Artinya pemakaian masker, kerumunan mulai diabaikan masyarakat,” imbuh Hendi. (is)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *