Dua Hari Diresmikan, RSDC Semarang Sudah Tangani 39 Pasien Covid

Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC), Kedungmundu, Semarang, terpaksa mendatangkan stok oksigen dari Tegal untuk memenuhi kebutuhan terhadapat sarana rumah sakitnya.
Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC), Kedungmundu, Semarang, terpaksa mendatangkan stok oksigen dari Tegal untuk memenuhi kebutuhan terhadapat sarana rumah sakitnya.

SEMARANG (Awal.id) – Dua hari setelah diresmikan oleh Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC), Kedungmundu mulai hari ini (Rabu, 23/6), langsung membuka pelayanan bagi pasien terkonfirmasi Covid-19.

Direktur RS Darurat Covid-19, dr Aditya Nugraha M Biomed menjelaskan hingga hari ini sudah ada 30 pasien di ruang isolasi dan 9 pasien Covid di ICU.

dr Adit mengatakan pasokan oksigen untuk Rumah Sakit Darurat ini terpaksa mengambil dari luar Kota Semarang.

“Dalam ketersediaan oksigen di Kota Semarang sebenarnya saat ini kan terjadi peningkatan kebutuhan yang luar biasa. Karena suplainya belum bisa terpenuhi secara baik. Kami pun juga mengalami keterbatasan oksigen,” papar Adit, Rabu (23/6).

Ia mengatakan, pasokan oksigen yang dibutuhkan saat ini memang cukup banyak untuk menangani pasien isolasi yang dirawat. Bahkan pada Selasa (22/6) kemarin, dalam sehari Rumah Sakit Darurat membutuhkan sekitar 42 tabung oksigen.

“Kami coba tingkatkan suplai oksigen lagi. Tadi pagi 60 tabung oksigen sudah datang di rumah sakit kami,” ujar Adit.

Saat ini Kota Semarang sudah masuk dalam zona merah. Akibat keterbatasan pasokan oksigen di wilayah Semarang, Adit memilih untuk mengambil stok oksigen dari Tegal.

“Setiap hari kami harus ambil oksigen dari luar wilayah. Kami ambil pasokan oksigen dari Tegal,” imbuhnya. (is)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *