Daerah Lain Bisa Tiru Pati, Pasien Covid-19 Merasa Nyaman Isolasi di Hotel yang Disewa Pemkab

Gubernur Ganjar Pranowo menyapa pasien Covid-19 yang sedang menjalani isolasi di Hotel Kencana, Pati, Selasa (15/6)
Gubernur Ganjar Pranowo menyapa pasien Covid-19 yang sedang menjalani isolasi di Hotel Kencana, Pati, Selasa (15/6)

PATI (Awal.id) – Usai melaksanakan sidak penanganan Covid-19 di Jepara, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, meneruskan sidak ke Pati. Kabupaten yang berbatasa dengan Jepara ini memang menjadi salah satu wilayah zona merah di Jateng, dan menjadi kabupaten yang dipelototi Ganjar tiap hari.

Tiga tempat disambangi Ganjar saat sidak pada Selasa (15/6). Di antaranya RSUD Soewondo, tempat isolasi terpusat di Hotel Kencana dan pelaksanaan Jogo Tonggo di Desa Kudur Kecamatan Winong.

Ada yang menarik perhatian Ganjar saat sidak itu, yakni kondisi pasien Covid-19 yang isolasi di Hotel Kencana. Saat mengunjungi lokasi itu, Ganjar melihat pasien Covid-19 sumringah dan sehat semuanya.

“Halo bapak ibu, pripun kabare? Kok pada tidur di hotel ini kenapa,” tanya Ganjar.

Para pasien Covid-19 itu menjawab bahwa mereka sehat-sehat saja. Mereka berada di hotel karena sedang menjalani isolasi terpusat akibat positif Covid-19. Ada 45 pasien yang sedang isolasi di tempat itu.

Ganjar pun menanyakan kondisi para pasien, termasuk layanan yang diberikan selama di isolasi. Kepada Ganjar, para pasien Covid-19 itu mengatakan pelayananya menyenangkan dan tidak ada kekurangan.

“Pelayanannya bagus pak, tempatnya bersih dan nyaman. Makan juga enak,” kata mereka.

Bupati Pati, Haryanto yang mendampingi Ganjar menerangkan, hotel itu sengaja ia sewa untuk penanganan Covid-19. Ada 94 kamar di tempat itu, dan bisa menampung hingga 100 lebih pasien Covid-19.

“Ini tempat isolasi terpusat kedua kami untuk yang OTG. Kami ada beberapa tempat isolasi terpusat seperti Diklat KB dan lainnya. Selain itu, kami juga punya isolasi mandiri di tingkat RT/RW,” kata dia.

Haryanto mengatakan, pihaknya sengaja menjadikan hotel sebagai tempat isolasi terpusat salah satunya untuk memberikan kenyamanan pada pasien. Sebab jika orang sakit dan ditempatkan di tempat yang tidak nyaman, maka tidak sembuh-semuh.

“Ini kami sewa sejak dulu, tapi karena sempat mereda, kami hentikan sewanya. Sekarang kami sewa lagi. Dengan adanya tempat isolasi terpusat ini, BOR kami di rumah sakit jadi terbantu,” jelasnya.

Apresiasi

Ganjar sendiri mengapresiasi penanganan Covid-19 di Pati. Menurutnya, kondisi BOR di Pati agak longgar karena penanganan yang baik.

“Tadi di RSUD Soewondo ada gedung lama dijadikan tempat isolasi, di sini ada juga. Untuk ICU memang penuh, tapi saya sudah minta ada konversi ICU umum untuk Covid-19 dan mereka siap,” katanya.

Inisiatif Bupati Pati menyewa hotel untuk tempat isolasi terpusat lanjut Ganjar juga sangat bagus. Dengan cara itu, maka penanganan di rumah sakit bisa lebih baik.

“Saya lihat pasiennya juga senang, mereka bisa dirawat di sini, aman dan tempatnya bagus. Menurut saya ini penanganan yang oke, dan kalau daerah lain bisa meniru, ini lebih baik,” imbuhnya.

Satu hal yang paling penting, lanjut Ganjar, adalah penanganan di tingkat hulu. Bagaimana edukasi tentang protokol kesehatan terus digalakkan dan operasi justisi pada keramaian-keramaian harus ditingkatkan.

“Saya juga minta semua kepala daerah khususnya yang zona merah dan sekitarnya untuk membuat kesepakatan bersama. Mana-mana yang boleh, mana yang tidak boleh, tempat wisata, tempat ibadah dan kegiatan sosial bagaimana aturannya. Kalau itu dilakukan, maka bisa mencegah penyebaran,” pungkasnya. (is)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *