Selama Ramadan 2021, Omzet UMKM Binaan Semen Gresik Tembus Rp 370 juta

REMBANG (Awal.id) – Ramadan 1442 Hijriah menjadi berkah tersendiri bagi usaha mikro kecil menengah (UMKM) binaan Semen Gresik (SG). Melalui Rumah BUMN Kabupaten Rembang, UMKM binaan SG mampu menjual sebanyak 1.350 hampers (parsel Lebaran) dengan omzet sebesar Rp 370 juta.

Melonjaknya pesanan parsel Lebaran tahun 2021 ini membuktikan UMKM binaan Rumah BUMN sudah mampu bangkit dari keterpurukan ekonomi akibat goyangan pandemi Covid-19 yang berkepanjangan.

“UMKM sudah bangkit. Ini terbukti, produk berkualitas dan berkelas mereka banyak diminati oleh masyarakat dari berbagai kalangan. UMKM binaan GM, pada akhir Ramadan tahun ini mampu menjual 1.350 parsel Lebaran dengan nilai Rp 370 juta,” kata Kepala Unit Komunikasi dan CSR Semen Gresik, Dharma Sunyata pada siaran persnya, di Rembang, Kamis (20/5).

Menurut Dharma Sunyata, terwujudnya panen raya UMKM tidak lepas dari kuatnya jalinan kemitraan antara SG melalui Rumah BUMN dengan pemerintah provinsi dan daerah, dinas terkait, instansi swasta, dan komunitas untuk turut mempromosikan dan memasarkan produk.

Di sisi lain, kata Dharma, getolnya komitmen SG dalam upaya penyerapan komoditas produksi UMKM di Rembang sebagai dukungan program Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo ikut membawa berkah, sehingga penggalakan program belanja produk parsel Lebaran dari UMKM bisa berjalan sesuai harapan.

”Kami bersyukur bisa menyentuh target omzet penjualan Rp 370 juta. Ini angka luar biasa. Sebenarnya saat merilis produk UMKM ini, kami  terlambat start, yaitu sekitar minggu pertama Ramadan. Namun animo masyarakat sangat tinggi, sehingga target penjualan yang semula 500 paket pesanandapat mencapai hingga 1.300-an paket,” kata Dharma.

Dharma mengataka, suksesnya pemasaran hampers ini juga berkaitan dengan keberhasilan UMKM Kokoh yang digagas SG. UMKM Kokoh adalah sekolah pelatihan untuk pelaku UMKM yang meliputi tiga tahapan yaitu Kelas 1 untuk Packaging dan Branding, Kelas 2 Positioning dan Canvasing dan Kelas 3 untuk Digital Marketing.

Pada UMKM Kokoh ini, sambungnya, pelaku UMKM yang berada di Kelas 1 diajarkan tentang bagaimana mengemas produk menjadi eye catching, serta memiliki brand yang menarik dan berdaya jual tinggi.

Para pelaku UMKM binaan SG sangat merasakan manfaat kehadiran UMKM Kokoh ini. Di antaranya produk keripik pisang Banachip Yummy milik Dia Aufa, terjual ratusan hampers saat Ramadan lalu.

Demikian pula produk pisang gulung dari Kecamatan Gunem yang sebelumnya kalah bersaing di pasaran, menjadi laris manis setelah dikemas dan diberi brand Mbah Gelung (gedang gulung) dan dipasarkan di Rumah BUMN.

“Rumah BUMN tidak mengambil komisi atau keuntungan dari harga produk yang ditawarkan UMKM. Sebaliknya, Rumah BUMN membantu memasarkan, baik secara door to door marketing ke berbagai instansi maupun melalui platfom digital,”  paparnya.

Keberadaan Rumah BUMN, menurut Dharma, merupakan bentuk dukungan nyata SIG untuk memajukan UMKM dan menjadikan produknya sebagai raja di negeri sendiri.

“Kami juga berharap ke depan Rumah BUMN mampu menjadi pusat rujukan oleh-oleh Rembang dengan harga paling kompetitif,” tandasnya. (*)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *