Palsukan Surat Hasil Tes Swab, Calon Penumpang Pesawat Ditangkap

SEMARANG (Awal.id) – Diduga memalsukan surat hasil tes swab, seorang penumpang pesawat di Bandara Ahmad Yani Semarang, berinisial EA (51), warga Banten, ditangkap aparat kepolisian. Sabtu (8/5).

Pelaku EA hendak melakukan penerbangan dengan pesawat Garuda ke Jakarta pada pukul 09.55 WIB.

Kompol Dina Novita Sari, Kapolsek Semarang Barat mengatakan, pelaku diamankan saat menjalani pemeriksaan kelengkapan dokumen sekitar pukul 08.00 WIB.

“EA masuk ke bandara ada pengecekan dari KKP dengan anggota Polsek Semarang Barat,” ujar Dina di Mapolsek Semarang Barat.

Saat dilakukan pengecekan, didapati surat keterangan hasil swab pada Sabtu (8/5) dan pelaksanaan swab dilaksanakan di hari yang sama. Hal tersebut membuat petugas menaruh curiga terhadap EA atas dugaan pemalsuan surat keterangan.

“Pelaku terbang pagi (8 Mei). Seperti kita tahu PCR butuh waktu sekitar 6 jam. Lab baru buka pukul 08.00 WIB pagi. Sangat tidak mungkin hasil PCR dibawa pagi untuk ke Jakarta. Petugas curiga,” tandasnya.

Dalam surat hasil swab palsu itu tercantum logo Intibios Lab yang berada di wilayah Semarang Utara.

Pihak kepolisian kemudian menghubungi pihak laboratorium yang tercantum dalam kop surat yang dibawa AE. Saat dihubungi, pihak laboratorium baru buka pukul 08.00 WIB.

Setelah  dicek ternyata tidak ada nama EA telah melakukan tes swab di laboratorium tersebut.

“Surat ini sudah kita konfirmasi ke lab atas nama ini. Lab tidak mengeluarkan atas nama bapak tersebut. Kalau labnya bukan fiktif, tapi benar ada. Sudah dicari di base nama bapaknya tidak ada diswab-swab sebelumnya,” paparnya.

Ssat ini EA masih menjalani pemeriksaan di Mapolsek Semarang dan terancam dikenakan pasal 263 KUHP tentang pemalsuan surat.

Saat dimintai keterangan di Mapolsek Semarang Barat, AE mengatakan, membuat surat palsu tersebut dengan cara mencari google.

Contoh surat yang sudah ada logo pihak laboratorium itu dieditnya sendiri dengan hasil pemeriksaan negatif Covid-19. Surat itu pun dibuat lengkap dengan tanda tangan dan stampel dari laboratorium.

“Buatnya pukul 12.00 malam. Kita orang IT juga jadi crop-crop edit. Carinya acak siapa paling nongol duluan yang mana (di Google),” ujar AE.

AE menjelaskan membuat surat itu hanya untuk jaga-jaga karena diburu waktu. AE juga mengaku sudah mencari berniat ingin melakukan tes swab yang disediakan oleh pihak bandara.

Berusaha mencari lokasi pelayanan tes Covid-19, sayangnya ia tak menemukan ada pelayanan yang buka sepagi itu. Ia diketahui tiba di bandara sekitar pukul 06.30 WIB.

“Saya kepepet waktu saja. Sebelum gunakan itu (surat palsu) tadi pagi cari antigen di bandara tidak ada,” ungkap AE. (is)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *