Ganjar Minta Semua Usulan Masyarakat Masuk Sistem dan Transparan

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo hadir pada Musrenbang Jateng 2022, di Gradhika Bhakti Praja, Rabu (14/4)
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo hadir pada Musrenbang Jateng 2022, di Gradhika Bhakti Praja, Rabu (14/4)

SEMARANG (Awal.id) – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menerangkan, potensi anggaran Pemprov Jateng tak mungkin memenuhi semua usulan dari masyarakat itu. Untuk itu, maka nantinya akan diputuskan skala prioritas dari masing-masing usulan dan mempertimbangkan kepentingan daerah.

“Nanti diputuskan mana yang skala prioritas dan daerah mana kepentingannya apa. Semuanya harus sesuai dengan RPJMD,” terang gubernur usai mengikuti musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) Perubahan RPJMD Provinsi Jateng 2018-2023 dan RKPD tahun 2022, di Gradhika Bhakti Praja Rabu (14/4).

Ganjar juga meminta agar semua usulan dan masukan dari masyarakat itu masuk dalam sistem dan transparan. Argumentasi dan data yang dilampirkan harus sesuai. Verivikasi harus dilakukan dari setiap usulan itu.

“Verifikasi harus dilakukan, sehingga diharapkan tidak ada lagi cerita ndesel (dimasukkan paksa), masuk dari kiri kanan dan menjadi data siluman. Tidak boleh ada semacam itu, semua harus transparan,” pungkasnya.

Selain Musrenbang, dalam acara itu juga dilakukan pemberian penghargaan pembangunan daerah kepada Bupati/Wali Kota. Penghargaan diserahkan secara langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo kepada Bupati/Wali Kota yang hadir, di antaranya Hendrar Prihadi, Gibran Rakabuming Raka, M Nur Aziz dan sejumlah bupati lainnya.

Untuk kategori kabupaten, juara pertama pembangunan daerah diraih oleh Pati, diikuti Banyumas dan Pekalongan di posisi dua dan tiga. Sementara untuk tingkat kota, Kota Semarang menjadi yang terbaik, disusul Kota Surakarta dan Kota Magelang. (is)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *