Berbahagialah Orang-orang Beriman, Allah Menyapamu di Bulan Ramadan

Ustadz Rofiul Khafidz Muthohar SAg MSi.

Ustadz Rofiul Khafidz Muthohar SAg MSi.

SEMARANG (Awal.id) – Berbahagialah orang-orang yang beriman. Di bulan Ramadan ini, Allah SWT secara khusus menyapa dengan kasih sayangnya, sekaligus memberi harapan orang-orang beriman tersebut untuk menjadi insan yang lebih bertakwa dengan menjalankan kewajiban puasa sebulan penuh.

Terkait kewajiban berpuasa di bulan Ramadan, dalam firmannya Allah memang secara tegas hanya menyebut orang-orang yang beriman yang mendapat tugas wajib menjalankan puasa. “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa…” demikian penggalan firman-Nya.

“Maka berbahagialah bagi orang-orang beriman. Tidak semua muslim disapa sekaligus diperintah Allah SWT untuk melakukan puasa. Allah hanya memerintahkan orang-orang yang beriman, orang-orang yang percaya dan dipercaya oleh-Nya. Semoga kita termasuk di dalamnya,” kata Ustadz Rofiul Khafidz Muthohar SAg MSi.

Ustadz Rofiul yang juga Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Kota Semarang, menyampaikan hal itu saat tampil sebagai nara sumber acara ‘Jaburan’ (Jelang Berbuka Ramadan) yang dipandu Dhyanara Paramita dan ditayangkan secara langsung dari Studio Awal.id lewat kanal Youtube Awal Media Nusantara, Jumat (16/4).  Program acara perdana ‘Jaburan’ ini mengusung tema “Puasa saat Pandemi Spirit Menjaga Jarak dan Menjaga Hati”.

Dari perintah puasa Ramadan, tutur Ustadz Rofiul, takwa menjadi tujuan akhir. Bagi umat muslim yang bisa melakukan dengan baik, maka akan muncul perilaku dan sikap ketakwaan seperti yang dijanjikan Allah, perilaku yang berubah dan berbeda dari sebelumnya, yakni kebaikan-kebaikan akhlak atau akhlaqul karimah.

Terkait dengan suasana pandemi yang secara langsung mengganggu keinginan masyarakat untuk berjamaah sholat wajib dan sholat tarawih di masjid, Ustadz Rofiul mengajak masyarakat bisa bijak membaca situasi. Sebab setiap kali Allah menurunkan musibah, pasti selalu dibarengi hikmah.

“Yang gampang kita lihat, dengan adanya musibah virus corona atau Covid-19 masyarakat sekarang akrab dengan teknologi. Begitulah, setiap musibah ada hikmahnya. Misalnya untuk bersilaturrahim,  karena dibatasi secara fisik, maka dengan teknologi handphone kita tetap bisa melakukan tanpa mengurangi maknanya,” katanya.

Sebisa mungkin, dari Ramadan ini kita diharapkan tetap bisa melakukan kewajiban tanpa mengurangu makna ibadahnya, tetap peduli sesama meski tidak langsung berjumpa, dan tetap bersilaturrahmi meski hanya dengan teknologi. Semoga usai Ramadan, kita semua benar-benar menjadi insan yang bertakwa. (is)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *