MUI Jateng Sebut Doa Bersama Lintas Agama sebagai Wujud Persatuan Bangsa

SEMARANG (Awal.id) – Ketua MUI Jawa Tengah, KH Darodji, mengapresiasi positif gelaran doa bersama lintas agama yang berlangsung di gedung Gradhika Bhakti Praja kompleks perkantoran Pemprov Jateng, Jumat (22/1) malam.
Menurut Kiai Darodji, acara yang juga dihadiri Gubernur Ganjar Pranowo ini sebagai wujud persatuan bangsa. Pandemi dan berbagai bencana yang terjadi tidak hanya menyerang satu golongan, melainkan semuanya.
“Kita sama-sama merasakan musibah ini, dan kita sama-sama ingin ini segera berakhir. Maka kami mengajak seluruh tokoh lintas agama berdoa agar bencana segera dituntaskan. Setelah upaya lahiriyah penanganan bencana dilakukan, maka sekarang usaha batiniah yang harus terus didorong,” ucapnya.
Sebelum acara doa lintas agama itu, sejumlah romo kyai di Jateng juga menggelar khataman al-Quran 30 juz dan istighosah bersama. Acara juga diisi dengan pemberian santunan kepada anak-anak penghuni panti asuhan di Jawa Tengah.
Salah satu tokoh lintas agama dari agama Budha, Romo Anggadamma Warto mengatakan, kekuatan doa dari tokoh lintas agama dan lintas iman ini diharapkan mampu membebaskan Indonesia dari segala macam bencaan. Ia berharap, musibah yang terus melanda termasuk pandemi Covid-19 bisa segera diangkat dari bumi pertiwi.
“Dan semoga masyarakat Jateng dan Indonesia menjadi masyarakat yang rukun, adem, ayem, tentrem serta saling berangkulan, berempati dan selalu bergotong royong dalam rangka kebersamaan untuk saling membantu satu sama lainnya,” katanya.
Acara doa bersama lintas agama itu berlangsung sederhana dengan penerapan protokol yang sangat ketat. Tak lebih dari 50 orang yang mengikuti acara itu, sementara sisanya mengikuti via daring. (is)



















