Sholawat Menggema, Puluhan Ribu Jemaah Bersama Kejati Jateng: Raih Keberkahan, Rajut Kepercayaan
SUKOHARJO (Awall.id) – Lantunan sholawat perlahan memenuhi suasana Lapangan Desa Gentan, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, Minggu (4/10).
Di tengah kebersamaan itu, doa-doa dipanjatkan untuk kesehatan, keselamatan, kedamaian, dan kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah.
Kegiatan sholawat yang digelar Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah tersebut menjadi momentum religius sekaligus ungkapan syukur setelah rangkaian kegiatan besar di Jawa Tengah. Puluhan ribu jemaah disebut hadir dan mengikuti kegiatan dengan penuh khidmat.
Mengusung tema “Raih Keberkahan, Rajut Kepercayaan”, kegiatan berlangsung dalam suasana hangat. Sholawat dan doa menjadi jembatan untuk mempererat silaturahmi antara keluarga besar Kejati Jateng, unsur masyarakat, serta berbagai elemen yang hadir.
Kepala Kejati Jawa Tengah sekaligus Ketua DPD Aslinmas Provinsi Jawa Tengah, Teguh Subroto, SH, MH menyampaikan bahwa sholawat menjadi bagian dari rasa syukur sekaligus ikhtiar batin untuk memohon keberkahan bagi Jawa Tengah.
“Dengan sholawat ini, semoga keluarga Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah diberikan kesehatan oleh Allah SWT.
Teman-teman di Jawa Tengah juga sesuai dengan harapan kita dan masyarakat di Jawa Tengah,” ujar Teguh.
Doa tersebut tidak berhenti pada lingkungan internal Kejaksaan. Teguh juga berharap suasana aman, damai, dan tenteram senantiasa menyertai kehidupan masyarakat.
Ia mendoakan agar Indonesia menjadi negara yang aman, damai, dan makmur, sementara masyarakat Jawa Tengah semakin sejahtera.
Ungkapan Syukur Setelah Apel Akbar
Kegiatan sholawat tersebut sekaligus menjadi ungkapan syukur atas terselenggaranya Apel Akbar Satlinmas se-Jawa Tengah di Stadion Pandanaran, Wujil, Kabupaten Semarang, Rabu (30/9).
Apel tersebut menjadi momentum untuk memperkuat keberadaan dan peran Satlinmas di tengah masyarakat.
Semangat kebersamaan yang terbangun kemudian dilanjutkan melalui kegiatan keagamaan dan silaturahmi.
Bagi Aslinmas Jawa Tengah, keberadaan organisasi tidak hanya berkaitan dengan konsolidasi. Organisasi juga diarahkan menjadi wadah berhimpun, pemberdayaan, serta penguatan peran anggota agar mampu memberikan manfaat yang lebih luas.
Karena itu, berbagai peluang usaha produktif juga didorong untuk meningkatkan kemandirian ekonomi anggota sekaligus masyarakat.
“Keberadaan organisasi harus memberikan manfaat nyata, tidak hanya dalam hal konsolidasi, tetapi juga melalui program-program yang menyentuh kebutuhan dan kesejahteraan anggota,” kata Teguh.
Di Lapangan Desa Gentan, pesan tersebut terasa dalam suasana kegiatan. Jemaah tidak hanya datang untuk mengikuti rangkaian sholawat, tetapi juga bertemu, bersilaturahmi, dan berbagi harapan.
Kehadiran Habib Ali Zainal Abidin Assegaf turut memberikan warna tersendiri. Lantunan sholawat yang dipimpin bersama membuat suasana lapangan menjadi lebih khidmat.
Bagi masyarakat, kegiatan semacam ini menghadirkan ruang yang sederhana namun bermakna: berkumpul, bershalawat, dan memanjatkan doa bersama.
Di tengah dinamika kehidupan masyarakat, pesan “Raih Keberkahan, Rajut Kepercayaan” pun menjadi semakin relevan.
Keberkahan diharapkan hadir melalui doa dan kebersamaan. Sementara kepercayaan dibangun melalui kerja nyata, kepedulian, serta kehadiran organisasi di tengah masyarakat.
Dari Lapangan Desa Gentan, Sukoharjo, rangkaian sholawat itu akhirnya bermuara pada satu harapan bersama: Jawa Tengah tetap aman dan damai, masyarakatnya semakin sejahtera, dan setiap ikhtiar yang dilakukan membawa manfaat bagi banyak orang.***



















