Main di Kandang Sendiri, Tim Sepak Bola Kota Semarang Siap Bidik Emas Porprov Jateng 2026
SEMARANG (Awall.id) – Tim sepak bola Porprov Kota Semarang mulai memasuki fase pematangan skuad jelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026. Bermain di kandang sendiri, skuad Kota Semarang memasang target tinggi: merebut medali emas.
Persiapan tim telah berjalan lebih dari satu tahun sejak M Dhofir ditunjuk sebagai pelatih kepala pada Juli 2025. Selama proses tersebut, komposisi pemain terus dievaluasi melalui sistem promosi dan degradasi.
Dhofir mengatakan, evaluasi dilakukan untuk memastikan pemain yang berada di dalam skuad benar-benar sesuai dengan kebutuhan tim.
“Kalau persiapannya dari tiga bulan sebelum hari H, kami ingin mengetes tim ini sejauh mana. Justru kami melakukan uji coba dengan tim-tim Liga 2,” kata Dhofir, Jumat (2/10).
Untuk mengukur kesiapan tim, sejumlah laga uji coba digelar menghadapi klub yang memiliki level kompetisi lebih tinggi. Di antaranya menghadapi PSMS Medan dan PSPS.
Saat menghadapi PSMS Medan, penampilan para pemain Kota Semarang yang mayoritas masih berusia muda mendapat apresiasi dari tim pelatih lawan.
Sementara saat menghadapi PSPS di Terang Bangsa, laga uji coba bahkan digelar dua kali atas permintaan tim lawan.
“Kemudian yang kedua uji coba melawan PSPS. Waktu itu kami bermain di Terang Bangsa. Bahkan mereka meminta dua kali uji coba. Itu sangat membantu saya untuk melihat tampilan anak-anak. Makanya saya sangat mengapresiasi tim pelatih,” ujarnya.
Target juara bukan sekadar ambisi. Pada Porprov sebelumnya, tim sepak bola Kota Semarang yang ditangani Dhofir mampu menembus semifinal dan meraih medali perunggu.
Kini, pengalaman tersebut menjadi modal untuk membidik pencapaian lebih tinggi.
“Saya punya obsesi besar untuk tim ini. Saya ingin membuat sejarah di Kota Semarang dengan menjuarai Porprov tahun ini, apalagi kita menjadi tuan rumah,” tegas Dhofir.
Dhofir juga meminta seluruh pihak memberikan ruang kepada tim untuk fokus menjalani program persiapan. Menurutnya, dukungan dari sisi nonteknis diperlukan agar tim pelatih dapat bekerja tanpa gangguan.
“Saya tidak minta dibantu secara teknis, tetapi tolong dibantu dari sisi nonteknis. Jangan diganggu tim ini, biarkan mereka fokus. Kalau nanti memang juara, berarti mereka memang hebat,” katanya.
Dalam membangun skuad, Dhofir tidak memberikan jaminan tempat kepada pemain. Evaluasi dilakukan secara berkala dengan mempertimbangkan kemampuan teknis, kondisi fisik, mental, pemahaman taktik hingga kebutuhan tim.
“Kenapa saya menerapkan sistem promosi dan degradasi? Bukan karena saya punya otoritas kemudian seenaknya mengganti pemain. Tidak. Pasti semuanya berdasarkan alasan teknis,” jelasnya.
Kondisi kebugaran juga menjadi faktor penting. Dhofir tidak ingin memaksakan pemain yang mengalami cedera untuk kembali bertanding sebelum benar-benar pulih.
“Kalau memang ada pemain yang cedera, tidak mungkin saya memaksakan anak-anak yang cedera. Justru saya akan membunuh kariernya ke depan kalau saya paksakan,” ucapnya.
Selain membenahi kekuatan internal, tim pelatih juga mulai memetakan sejumlah daerah yang dinilai memiliki kekuatan besar.
Dhofir menyebut Tegal, Solo Raya, dan Banyumas sebagai tim yang patut diwaspadai dalam persaingan sepak bola Porprov 2026.
“Jelas saya masih mewaspadai juara tahun lalu, Tegal. Kemudian yang kedua Solo Raya. Mau tidak mau, talenta-talenta mereka juga cukup perlu diwaspadai. Yang ketiga Banyumas,” tandasnya.
Ketua PSSI Kota Semarang Anton Nikijuluw mengatakan pembentukan tim dilakukan secara berkelanjutan dengan dukungan KONI Kota Semarang.
Seleksi dan evaluasi pemain telah berlangsung lebih dari satu tahun. PSSI juga menggandeng klub-klub lokal yang menjadi bagian penting dalam pembinaan pemain.
“Kalau untuk persiapan, alhamdulillah kami mendapat dukungan dari KONI Kota Semarang. Kami sudah kurang lebih satu tahun lebih melakukan pembentukan tim, mulai dari seleksi. Kemudian dari tim pelatih juga melakukan evaluasi-evaluasi. Jadi ada promosi dan degradasi,” kata Anton.
PSSI juga meminta klub-klub lokal terus mengembangkan pemain sehingga sewaktu-waktu dapat dipromosikan ke tim Porprov.
“Kami juga meminta kepada klub-klub yang membina pemain-pemain ini untuk terus mengasah pemainnya. Jadi sewaktu-waktu ada potensi atau peluang untuk promosi, pemain yang bersangkutan sudah siap,” ujarnya.
Anton mengatakan status sebagai tuan rumah menjadi tambahan motivasi bagi skuad Kota Semarang.
“Kalau dilihat dari sepak bola di Porprov sebelumnya, kami hanya bisa menjadi runner-up. Harapannya dengan motivasi dan persiapan yang cukup, kami bisa meraih emas,” lanjutnya.
Namun, proses seleksi tidak sepenuhnya mudah. Persyaratan domisili Porprov membuat sejumlah pemain potensial yang selama ini bermain di klub-klub Semarang tidak dapat masuk skuad karena berasal dari luar daerah.
“Karena di Semarang sendiri banyak akademi dan banyak klub yang juga menampung pemain-pemain dari luar kota. Tetapi karena kendala terkait domisili, akhirnya pemain tersebut tidak bisa kami ambil,” jelas Anton.
Ketua KONI Kota Semarang Arnaz Andrarasmara turut memantau langsung persiapan tim melalui program Tilik Atlet.
Menurut Arnaz, program tersebut bukan sekadar melihat proses latihan, tetapi juga memastikan target prestasi yang dicanangkan dapat diwujudkan.
“Program Tilik Atlet ini tidak hanya sekadar melihat persiapan, tetapi memastikan bahwa target emas yang dicanangkan oleh Ketua PSSI Kota Semarang maupun Coach Dofir ini bisa terealisasi,” kata Arnaz.
Arnaz menegaskan, kekuatan kontingen Kota Semarang mengandalkan hasil pembinaan atlet secara berjenjang melalui klub-klub lokal.
“Tadi saya cek, tidak ada atlet-atlet dari luar kota yang ditransfer. Alhamdulillah, hampir 100 persen saya pastikan nanti yang berlaga di Porprov, seluruh cabang olahraga itu merupakan hasil dari pembinaan prestasi yang kita lakukan secara berjenjang,” ujarnya.
Untuk cabang sepak bola, pertandingan Porprov Jawa Tengah 2026 akan digelar di Stadion Citarum, Kota Semarang.
Arnaz pun mengajak masyarakat ikut memenuhi stadion dan memberikan dukungan langsung kepada para pemain Kota Semarang.
“Karena nanti pertandingannya sudah dipastikan di Stadion Citarum, saya minta dukungannya kepada masyarakat untuk bisa meramaikan stadion ini agar lebih meriah,” katanya.
Dengan persiapan panjang, skuad yang terus dievaluasi, serta dukungan publik sebagai tuan rumah, tim sepak bola Porprov Kota Semarang kini tinggal membuktikan target emas tersebut di lapangan.***



















