KKN Tematik Fleksibel dan Nilai Konversi SKS Besar

Jajaran pimpinan USM ikut hadir dalam upacara pelepasan 182 mahasiswa yang akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik VI di Gedung Ir Widjatmoko USM, pada 22 April 2026

SEMARANG (Awall.id) – Sifat Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik yang fleksibel dan nilai konversi mata kuliah yang cukup besar, menarik minat mahasiswa dari berbagai program studi di Universitas Semarang memilik KKN model tematik.

Alasan lain, adalah sifat tematik yang spesifik program dan lokasi yang di perkotaan. Demikian rangkuman pendapat dari beberapa mahasiswa peserta KKN Tematik VI Semester Genap 2025/2026 yang ditemui di sela-sela mengikuti upacara penerjunan KKN yang berlangsung di Auditorium Ir Widjatmoko Kampus USM, Jl. Arteri Soekarno Hatta Tlogosari Semarang, Rabu (22/4).

Menurut Vania, mahasiswa program studi Ilmu Komiunikasi (Ilkom) kelas sore, sifat KKN Tematik yang fleksibel dan nilai konversi sebesar 9-10 sks mata kuliah menjadi motivasi dia memilik KKN jenis ini.

Baca Juga:  36 Guru Besar Baru UNDIP Resmi Dilantik, Berikut Profil Lengkap Mereka

”Saya mahasiswa kelas sore, karena pelaksanaan KKN bisa dilaksanakan sore-malam hari dan tidak setiap hari, maka saya memilih KKN ini daripada yang jenis PBM,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Fahreza Ilham Raihanda Putra, mahasiswa program, studi teknologi pangan, dan Herlinda Nuraisya dari progdi Ilkom serta Era dari progdi Partiwisata.

Menurut Fahreza, sifat KKN tematik yang spesifik program dan nilai konversi yang besar, menjadi pertimbangan utama. Meski pelaksanaan KKN Tematik selama 2 bulan, pelaksanaannya yang fleksibel, juga menjadi pertimbangan.

Bagi Herlinda ada alasan lain yang lebih penting, yakni karena dia juga sedang melaksanakan permagangan, makai barat sekali dayung, 2-3 pula terlampaui.

Baca Juga:  USM Jalin Kerja Sama dengan PT Spora dan SMK 7 Semarang

Dikatakan, saat ini dia sedang melaksanakan permagangan di pagi hari di suatu instansi dan sore hari-malam dapat digunakan untuk pelaksanaan KKN, ujarnya.

Lebih Aplikatif

Sementara itu Ketua LPPM USM, Prof Dr Ir Mudjiastuti Handajani MT mengatakan, peserta KKN Tematik Semester Genap 2025/2026 diikuti 182 peserta.

”Jumlah tersebut cukup melonjak tajam, yang biasanya KKN Tematik diikuti tidak lebih dari 50 peserta,” ujarnya.

Menurutnya, jumlah peserta KKN Tematik kali ini cukup banyak. Hal itu membuktikan mahasiswa semakin paham akan makna dan kemanfaatan KKN tematik.

”Program-program KKN tematik bersifat spesifik dan aplikatif. KKN saat ini mengambil thema pemberdayaan bidang ekonomi dan mitigasi bencana alam,” ungkapnya.

Baca Juga:  Tim PkM Dosen MH USM Sosialisasi Regulasi PKL di Kelurahan Padangsari

”Kondisi masyarakat saat ini memerlukan solusi pada dua aspek itu, dan mahasiswa sudah dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk tujuan tersebut,” kata Prof Anik, panggilan akrabnya.

Terkait dengan nilai konversi dengan mata kuliah yang cukup besar, 9-10 SKS. Prof Anik mengungkapkan, besaran dan mata kuliah yang konversi dengan KKN Tematik disesuaikan dengan kedalaman dan keluasan isi program dari masing-masing peserta.

”Ketua program studi yang bisa menilai. Kami percaya pada masing-masing ketua program studi bahwa KKN Tematik tidak akan mengurangi bobot dan capaian luaran dari mata kuliah yang dikonversikan,” tandasnya.

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *